Selama ini, kita terjebak dalam narasi bahwa digitalisasi adalah soal "mengikuti zaman". Kita merasa harus punya akun ini, harus ikut tren itu, dan harus tampak sibuk di media sosial agar tidak dianggap ketinggalan. Padahal, jika hanya mengikuti arus tanpa kompas, kita sebenarnya sedang menyerahkan kunci kendali pikiran kita kepada algoritma.
Dalam kerangka Swasembada Nalar, digitalisasi harus dimaknai ulang sebagai kedaulatan.
Kedaulatan artinya kita yang menentukan apa yang akan diproduksi, apa yang akan dikonsumsi, dan apa yang akan disebarkan. Kita tidak boleh lagi menjadi "pekerja kasar" bagi algoritma—yang terus-menerus mengisi feed orang lain dengan konten yang tidak bernilai. Kita harus bertransformasi menjadi Arsitek Konten.
Apa bedanya?
Seorang konsumen hanya mengonsumsi, bereaksi, dan hilang ditelan timeline. Seorang arsitek merancang pesan, membangun narasi, dan memberikan dampak. Ketika siswa-siswi Aliyah mulai memproduksi konten yang berbasis pada nalar, integritas, dan kearifan lokal, saat itulah mereka sedang melakukan Digitalisasi Berdaulat.
Digitalisasi yang kita tawarkan bukan digitalisasi yang membuat kita sibuk di depan layar, tapi digitalisasi yang membuat kita lebih tajam dalam berpikir.
Bab ini mengajak kita melihat bahwa setiap smartphone di tangan siswa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan "peralatan konstruksi" untuk membangun masa depan Cisewu. Kita tidak ingin mereka terjebak pada layar yang menyilaukan mata, tapi kita ingin mereka menggunakan layar tersebut untuk memetakan masa depan, merumuskan ide, dan mengamplifikasi nilai-nilai baik yang ada di tanah kelahiran.
Digitalisasi Cisewu adalah tentang menjadi subjek, bukan objek. Jika sebelumnya kita hanya menonton kemajuan dari jauh, melalui Swasembada Nalar, kita adalah pihak yang menentukan arah kemajuan itu sendiri. Kita tidak lagi meminta izin untuk maju; kita membangun jalannya sendiri, dari Cisewu, untuk Jawa Barat, dengan kepala tegak.
**
Daftar Isi Digitalisasi Nalar MAN Cisewu
|
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via YouTube: @katabahcom."
|
|
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi |
|
|
No comments:
Post a Comment