BAB 28: The Sleep Rebel
(Pemberontak Kantuk: Antara Ambisi Genius dan Magnet Lantai Papan)
Di usia SMA, nalar saya mulai melakukan audit terhadap efisiensi waktu. Saya melihat para orang jenius dalam biografi biasanya tidur hanya sedikit. Sementara saya? Mata saya punya daya tarik magnetik yang luar biasa terhadap bantal. Saya merasa "terlalu banyak tidur" adalah penghambat utama menuju gelar jenius.
Maka, saya melakukan Sabotase Kenyamanan.
1. Sabotase Fasilitas Tidur
Saya mengusir kasur dan ranjang saya ke kamar sebelah. Saya memutuskan untuk tidur hanya beralaskan tikar di atas lantai papan rumah kami. Logika saya sederhana: jika tempat tidurnya keras dan tidak nyaman, saya tidak akan tidur nyenyak dan bisa bangun lebih cepat untuk belajar.
Ibu saya sampai merasa iba dan menegur, tapi saya jawab dengan pede: "Anggap saja saya sedang belajar sakti seperti orang yang tidur di atas buah kelapa!" Saya ingin menyiksa tubuh agar nalar saya tetap terjaga. Tapi realitanya? Jam 8 malam, mata saya sudah melakukan shutdown otomatis. Lantai papan yang keras itu pun terasa seperti kasur hotel bintang lima bagi saya. Sistem pertahanan saya jebol oleh kantuk!
2. Negosiasi Medis yang Gagal
Putus asa karena usaha fisik gagal, saya mencoba jalur medis. Saya mendatangi klinik dan meminta obat untuk "mengurangi tidur". Pak Mantri kampung cuma senyum-senyum sambil geleng-geleng kepala: "Tidur saja, A... Orang lain ke sini mah antre minta obat tidur supaya bisa merem, ini malah minta sebaliknya."
Dokter dan Mantri mungkin baru kali itu melihat pasien yang menderita penyakit "Terlalu Sehat untuk Tidur".
Kesimpulan Nalar:
Akhirnya saya sadar, tubuh saya punya kecerdasan sendiri yang tidak bisa didikte oleh ambisi nalar saya yang sok ingin jadi jenius lewat jalur kurang tidur. Allah menciptakan saya sebagai "Mesin yang Butuh Recharging Tinggi".
Kegagalan saya tidur di lantai papan itu mengajarkan saya satu hal: Jenius itu bukan soal berapa lama kita bangun, tapi seberapa berkualitas apa yang kita pikirkan saat kita terjaga. Sejak itu, saya berhenti bermusuhan dengan tidur. Saya terima takdir saya sebagai orang yang akan menjadi profesor lewat jalur tidur nyenyak.
**
Kembali ke Daftar Isi Buku Ahda
|
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via YouTube: @katabahcom."
|
|
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi |
|
|
No comments:
Post a Comment