Bab 50: Menyulam Kepulangan: Akhir dari Segala Pencarian
Di pengujung diskusi panjang tentang nalar dan birokrasi, Prof. Ahda akhirnya melabuhkan pemikirannya pada satu muara yang tenang. Baginya, hidup bukan lagi tentang perlombaan mengumpulkan angka atau mengejar mahkota yang fana.
"Hidup mah mau apalagi atuh?" gumamnya lirih namun penuh keyakinan.
Mampu membuat keluarga tersenyum, mengajak tetangga mengecap kebahagiaan, dan menyulam peradaban dengan benang-benang kehangatan adalah anugerah yang tak tertandingi oleh milyaran harta. Beliau sadar, saat tiba waktunya untuk "pulang" menghadap Sang Pencipta, segala permata dan tahta akan luruh menjadi debu.
Yang tersisa hanyalah ketika ilmu, agama, dan akhlak bersatu, mekar menjadi bunga-bunga indah yang harumnya sampai ke langit. Semuanya dilakukan dengan satu kunci sakti: Lillah. Hanya karena Allah.
Inilah manifesto terakhir sang Arsitek: Bahwa puncak tertinggi dari kecerdasan adalah kesadaran akan kefanaan dan karya terindah dari seorang manusia adalah menjadi rahmat bagi sesama sebelum kembali ke haribaan-Nya.
***
Kembali ke Daftar Isi Ahda
|
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via YouTube: @katabahcom."
|
|
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi |
|
|
No comments:
Post a Comment