9 Buku Saya | Tridarma Tasdik | Prodi Sistem Informasi | Skripsi SI
Kuliah Nalar SI Gratis
Katabah Berbagi
Pusat Digitalisasi Nalar Sunda Cisewu
CV dan Lowongan Kerja
Program Portofolio Dosen
Blog dan Pengalaman | Korban AI | Siap Kerja | Kontak | PrivacyPolicy | Inggris Arab | Daftar Isi

Saturday, July 18, 2026

Sentuhan IT untuk Pertanian dan Manifesto "Universitas Kehidupan" di KKN Pagerwangi Lembang

(Foto: Kelompok 26)

LEMBANG – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 26 Universitas Al-Ghifari (Unfari) Bandung resmi dimulai di Kampung Pasir Handap, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kehadiran para mahasiswa di salah satu RW paling aktif di Desa Pagerwangi ini disambut hangat oleh Kepala Desa dan tokoh masyarakat setempat.

Sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL 1), Ketua Program Studi Sistem Informasi Unfari, Komarudin Tasdik didampingi Bapak Husni Mubarok (DPL 2), hadir langsung memberikan arahan strategis yang mendobrak dogma mainstream dunia akademik. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa KKN bukan sekadar formalitas pemenuhan SKS, melainkan sebuah gerbang transisi menuju dunia nyata.

(Foto: Kelompok 26)


Berikut adalah 3 poin nalar kritis dan pesan mendalam yang disampaikan oleh Kaprodi Sistem Informasi Unfari untuk bekal pengabdian mahasiswa:

1. Kuliah di Universitas Kehidupan & Fakultas Pengalaman
Komarudin Tasdik mengingatkan para mahasiswa bahwa teori di ruang kelas kampus hanyalah sebagian kecil dari ilmu pengetahuan. "Di lokasi KKN inilah kalian sebenarnya sedang mendaftar di Universitas Kehidupan dan masuk ke Fakultas Pengalaman. Belajarlah langsung dari dinamika sosial, kearifan lokal, dan ketangguhan masyarakat Kampung Pasir Handap," ujarnya.

2. Nalar Konten Edukasi: Indonesia Tidak Boleh Diisi Bangsa yang Semuanya Joget!
Menyikapi era digitalisasi, mahasiswa ditantang untuk membantu menggali potensi desa melalui pembuatan konten kreatif yang edukatif. Beliau tidak menampik realitas algoritma media sosial saat ini, di mana konten edukasi mungkin hanya mendapatkan 10 penonton—jauh di bawah konten hiburan atau joget-joget yang viral.

Namun, Kaprodi SI Unfari ini menegaskan sebuah manifesto penting: "Kita harus menyadari dan idealis, tidak mungkin Indonesia masa depan diisi oleh bangsa yang semuanya hanya bisa joget-joget. Konten edukasi dan literasi harus tetap diproduksi demi menjaga akal sehat bangsa, dimulai dari mengangkat potensi Desa Pagerwangi."

3. Potensi Pertanian vs IT: IT Cukup Memberi Sentuhan, Bukan Menggusur Karakter Lokal
Di tengah tren dunia yang mengagung-agungkan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) secara membabi buta, Komarudin Tasdik memberikan sudut pandang yang sangat membumi. Menurutnya, Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang besar jika hanya mengekor pada Teknologi Informasi murni, karena sektor IT sudah lebih dulu lahir dan dikuasai oleh luar negeri.

"Indonesia memiliki modal alam dan keunggulan komparatif di bidang pertanian, maritim, dan potensi lokal lainnya. Oleh karena itu, Teknologi Informasi (IT) hadir bukan untuk menggusur itu semua, melainkan cukup memberikan 'sentuhan digital' agar sektor pertanian lokal, budaya Sunda, dan UMKM bisa bergerak lebih efisien, modern, dan naik kelas," jelas Komarudin.

Refleksi Akhir: Gerakan "Rumah Hijau" Melawan Kecanduan Gadget
Sebagai penutup, Kaprodi SI Unfari menitipkan harapan besar agar setelah pulang dari lokasi KKN, para mahasiswa mampu menginisiasi dan mengembangkan ruang atau "Rumah Hijau" di tempat tinggal masing-masing. Langkah ini diproyeksikan sebagai alternatif ruang pelarian positif bagi generasi muda agar tidak terjebak dalam kecanduan HP (gadget) dan media sosial yang berlebihan.

Dengan semangat kolaborasi, mahasiswa Sistem Informasi Unfari siap bersinergi dengan warga RW aktif Kampung Pasir Handap untuk mewujudkan desa yang berdaya, mandiri, dan melek digital tanpa kehilangan identitas agrarisnya. (Katabah, 16 Juli 2026)
**

Dokumentasi Kehangatan Lokasi KKN

YouTube Katabah

TikTok Katabah

"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via YouTube: @katabahcom."
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi

No comments:

Post a Comment