9 Buku Saya | Tridarma Tasdik | Prodi Sistem Informasi | Skripsi SI
Katabah Berbagi
CV dan Lowongan Kerja
Digitalisasi Cisewu dan Sunda
Program Portofolio Dosen
Rangkuman Prestasiku
Blog dan Pengalaman | Korban AI | Siap Kerja | Kontak | PrivacyPolicy | Inggris Arab | Daftar Isi
Showing posts with label Ruqyah Referensi. Show all posts
Showing posts with label Ruqyah Referensi. Show all posts

Wednesday, January 10, 2024

Pengalaman ruqyah sihir oleh Syekh Wahid Abdussalam Bali

Syekh Wahid Abdussalam Bali adalah seorang ulama dan praktisi ruqyah yang telah berpengalaman selama lebih dari 20 tahun. Beliau telah membantu ribuan orang yang mengalami gangguan jin dan sihir, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Dalam bukunya yang berjudul "Ruqyah Jin, Sihir, dan Terapinya", Syekh Wahid Abdussalam Bali menceritakan pengalaman-pengalamannya dalam melakukan ruqyah. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika beliau meruqyah seorang wanita yang mengalami gangguan sihir.

Wanita tersebut bernama Aisyah, berusia 25 tahun, dan berasal dari Jakarta. Aisyah menceritakan bahwa ia telah mengalami gangguan sihir selama beberapa bulan. Ia sering merasa sakit kepala, mual, dan muntah-muntah. Ia juga sering mengalami mimpi buruk dan melihat penampakan makhluk halus.

Setelah Syekh Wahid Abdussalam Bali melakukan ruqyah, Aisyah mulai menunjukkan perubahan. Sakit kepala, mual, dan muntah-muntah yang selama ini dialaminya mulai berkurang. Ia juga mulai merasa lebih tenang dan tidak lagi mengalami mimpi buruk.

Dalam proses ruqyah, Syekh Wahid Abdussalam Bali sering berdialog dengan jin yang mengganggu Aisyah. Jin tersebut mengaku bahwa ia dikirim oleh seseorang yang ingin mencelakai Aisyah. Syekh Wahid Abdussalam Bali kemudian membacakan ayat-ayat Al-Qur'an untuk mengusir jin tersebut.

Setelah jin tersebut berhasil diusir, Aisyah mulai merasa lebih baik. Ia dapat kembali menjalani kehidupannya seperti biasa.

Selain pengalaman tersebut, Syekh Wahid Abdussalam Bali juga memiliki banyak pengalaman lainnya dalam melakukan ruqyah. Beliau telah membantu orang-orang dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga orang tua.

Syekh Wahid Abdussalam Bali selalu menekankan bahwa ruqyah adalah salah satu cara yang efektif untuk mengobati gangguan jin dan sihir. Namun, ruqyah harus dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai.

Berikut adalah beberapa tips yang disampaikan oleh Syekh Wahid Abdussalam Bali untuk memilih peruqyah:

  • Pilih peruqyah yang memiliki ilmu agama yang mumpuni.
  • Pilih peruqyah yang memiliki pengalaman dan reputasi yang baik.
  • Pilih peruqyah yang menggunakan metode ruqyah yang sesuai dengan syariat Islam.

Jika Anda atau orang yang Anda kenal mengalami gangguan jin atau sihir, sebaiknya segera berkonsultasi dengan peruqyah yang terpercaya.

*Diambil dari sumber online

Thursday, November 10, 2022

Tantangan Dukun Bagi Peruqyah

Setahu saya, untuk jin yang tidak hubungan dengan tukang sihir atau jin nasab, relatif mudah dikeluarkan dari tubuh pasien dengan izin Allah SWT. Apalagi jin yang masuk karena tidak sengaja nempel pada seseorang yang sedang melewati tempat tertentu.

Akan tetapi untuk jin nasab, saya suka melihat peruqyah tampaknya jin tidak mau dipisahkan dengan alasan antara lain ingin menjaga pasien, menyayangi pasien, atau sudah ada perjanjian dengan leluhur pasien. Secara logika, walaupun jin ini susah keluar, tapi lebih mudah dari jin tukang sihir.

Kenapa jin yang dikirim tukang sihir lebih "sulit" diruqyah?

Makna "sulit" di sini, bukan sulit dikeluarkan dari tubuh pasien tapi penyakit pasien bisa tak sembuh-sembuh. Saya agak paham, kenapa ada pendapat bahwa tukang sihir harus dihukum mati.

Secara umum, jin kiriman dari tukang sihir mirip dengan jin yang lainnya. Bahkan bisa jadi lebih sulit jin nasab untuk dikeluarkan dari tubuh pasien. Akan tetapi, jin dari tukang sihir itu dikirim lagi-dikirim lagi. Setelah pasien sembuh, beberapa hari kemudian, tukang sihir mengirim lagi jin suruhannya.

Istilah lain

dukun: tukang sihir

sihir: santet

Thursday, November 3, 2022

Apakah Setiap Orang Bisa Meruqyah?

Pada dasarnya, setiap orang bisa meruqyah, baik meruqyah diri sendiri maupun meruqyah orang lain seperti halnya Rasulullah pernah membaca ayat Quran pada saat beliau sakit. Saya sendiri memahami bahwa ruqyah itu bisa dilakukan oleh setiap orang karena ruqyah itu berbentuk doa dan setiap orang bisa serta berhak untuk berdoa.

Akan tetapi, ketika melihat para peruqyah yang terkenal, mereka memiliki rekam jejak yang baik, yang di mata saya, kebaikannya di atas rata-rata. Saya suka mendengar bahwa ada yang sakit non-medis atau kesurupan tidak sembuh walaupun dibacakan ayat-ayat Quran. Tetapi ayat Quran itu dibacakan oleh "peruqyah", maka bisa sembuh karena Allah Ta'ala. Inilah yang memaksa saya mengiyakan bahwa bacaan ruqyah yang dibaca oleh setiap orang berbeda-beda tingkat makbulnya di hadapan Allah SWT. Dengan kata lain, penyakit yang serius membutuhkan "peruqyah sungguhan", bukan sekedar pembaca ruqyah. Maksud peruqyah sungguhan di sini seperti kita berobat ke dokter.

Yang membuat saya setuju kepada peruqyah yang di mata saya syar'iyah antara lain biasanya peruqyah yang baik suka menyarankan pasien untuk terus meruqyah sendiri walaupun sudah diruqyah oleh sang peruqyah. Saya suka ini.

Seperti apa keistimewaan peruqyah terkenal? Ini hanya beberap saja ya..

1. Syeikh Wahid Abdus Salam Bali. Beliau diberitakan membuat 2500 warga Ghana memeluk Islam.

2. Ustadz Faizar. Beliau santun sekali saat meruqyah. Kalau gak salah, beliau pernah merekrut calon tim peruqyahnya dengan syarat minimal hapal 6 juz.

3. Dr. Indra. Beliau santun juga dalam meruqyah dan tidak terlalu menyebut-nyebut ruqyah itu "sakti", tapi justru beliau mengarahkan pasien untuk menjadi orang baik. Saran ini juga biasa disarankan oleh ustadz Faizar.


Melihat ketiga profil peruqyah di atas, saya menduga bahwa ruqyah oleh mereka bertiga mungkin akan lebih dikabulkan daripada ruqyah yang dibaca oleh orang biasa-biasa, apalagi oleh orang yang akhlaknya kurang baik.

Jadi, tetaplah lakukan ruqyah diri sendiri. Namun, bila tak kunjung sembuh, boleh meminta ahlinya untuk meruqyah.

Tuesday, June 22, 2021

Ruqyah: Sejarah, Dampak, Ayat, Cara Plus Panduan Praktis

Ruqyah merupakan salah satu metode pengobatan dengan cara mengucapkan doa-doa tertentu, biasanya berasal dari ayat-ayat Quran atau hadits nabi. Hadist shahih yang disampaikan Anas telah membuktikan manfaat ruqyah dalam bidang pengobatan generasi muslim terdahulu. Bahkan sekarang juga semakin banyak masyarakat yang mengenal Ruqyah, baik secara offline maupun online.

Yang tak kalah menarik bahwa ruqyah ini bukan hanya untuk gangguan jin (penyakit non-medis), tapi juga untuk fisik dan spiritual. Rasulullah bersabda bahwa "Rasulullah SAW mengizinkan ruqyah untuk sengatan kalajengking, mata setan (evil eye), dan An-Namlah." (HR Jami At-Tirmizi).

Evil eye adalah perasaan negatif yang hadir atas kelebihan atau semua hal yang dimiliki orang lain sehingga berisiko menyebabkan penyakit, kecelakaan, atau gangguan lain. Evil eye bahkan bisa mengakibatkan kematian pada korbannya. Penyakit ini juga dikenal dengan al ‘ain.

Ada juga istilah an-namlah, yaitu kondisi ini mengacu pada nanah yang keluar dari bagian tubuh yang terluka. Ini menunjukkan bahwa ruqyah bias digunakan untuk mengobati penyakit fisik seperti gigitan ular dan kalajengking seperti sabda Rasulullah Saw berikut ini:

"Rasulullah SAW mengizinkan ruqyah untuk gigitan ular dan sengatan kalajengking." (HR Sunan Ibnu Majah).

Friday, January 15, 2021

Ruqyah: Jin, Sihir dan Terapinya

Alhamdulillah buku Ruqyah: Jin, Sihir dan Terapinya nyampe juga ke rumah. Saya tertarik buku ini setelah nonton Youtube dr. Indra saat meruqyah. Beliau tampaknya sabaaar dan sopaaan.

Penulis buku itu Syaikh Wahid Abdussalam Bali, seorang pakar Ruqyah internasional.

Sekilas isinya lebih banyak pengetahuan, bukan kumpulan doa Ruqyah. Doa Ruqyah ada tapi tidak sebanyak yang saya duga.

Jadi, saya masih harus mengumpulkan ayat-ayat Ruqyah dari dr. Indra (kebetulan sudah ada pdf-nya juga), Mohammad Faizar, Nurudin Al-Indunisiy, dan Ruqyah  Aswaja. Semoga klik. Hehe