Ekspresi | Belajar PHP | Sunda | Kontak | Gmail | Uang Adsense
Kuliah Sistem Informasi,
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
STMIK JABAR
LP3I Tasikmalaya
STAI Al-Falah
Belajar Pemrograman PHP, MySQL, Framework CI, Domain, Hosting dan CMS Wordpress
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Inggris Arab

Sunday, February 17, 2013

Definisi Perencanaan Pembelajaran dan Perencanaan Pengajaran

Definisi Perencanaan Pembelajaran dan Perencanaan Pengajaran


Setelah membaca beberapa referensi tentang pendidikan, saya membaca istilah “pembelajaran” dan “pengajaran”. Bahkan orang-orang lebih sering terdengar mengucapkan “Semoga peristiwa itu menjadi pembelajaran buat kita” daripada mengucapkan “Semoga peristiwa itu menjadi pelajaran buat kita”.

Dengan memperhatikan kebiasaan penggunaan kedua istilah di atas, maka saya tertarik membahasnya dalam sebuah definisi terkait frase perencanaan pembelajaran dan kata pembelajaran itu sendiri.

Perencanaan pembelajaran adalah catatan-catatan hasil pemikiran awal seorang guru sebelum mengelola proses pembelajaran. Masih dalam sumber yang sama, perencanaan pembelajaran adalah persiapan mengajar yang berisi hal-hal yang perlu atau harus dilakukan oleh guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan pembeajaran yang antara lain meliputi unsur-unsur: pemilihan materi, metode, media, dan alat evaluasi ([1]: 1).

Perencanaan pembelajaran adalah apa yang akan dikerjakan guru dan siswa di dalam kelas dan di luar kelas (Reiser 1986 dalam Djoehaeni: 4). Perencanaan pembelajaran adalah memproyeksikan tindakan apa yang akan dilaksanakan dalam suatu pembelajaran (Sujana 1988 dalam Djoehaeni 2009: 5).

Perencanaan pengajaran adalah kegiatan merumuskan tujuan apa yang akan dicapai oleh suatu kegiatan pengajaran, cara apa yang dipakai untuk menilai tujuan tersebut, materi bahan apa yang akan disampaikan, bagaimana cara menyampaikannya, serta alat atau media apa yang diperlukan (Ibrahim 1993 dalam Djoehaeni 2009: 6)

Apabila melihat definisi di atas dan pada beberapa sumber lain, seringkali terjadi penggunaan istilah “perencanaan pembelajaran” dan “perencanaan pengajaran”. Bahkan ditemukan pula pada salah satu buku, judul bukunya “Perencanaan Pembelajaran”, tapi sub bahasan di dalamnya menggunakan istilah “Perencanaan Pengajaran”. Termasuk definisi di atas  (Ibrahim 1993 dalam Djoehaeni 2009: 6) juga ditemukan pada rangkaian sub bahasan “Pengertian Perencanaan Pembelajaran”. Apakah kedua istilah tersebut sama?

Mari kita ingat dari kata dasarnya atau makna harfiah. Dari kedua istilah di atas, perbedaannya terjadi pada kata “pembelajaran” dan “pengajaran”.

Dalam KBBI, pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar (Pusat Bahasa 2005: 17). Masih dalam sumber yang sama, pengajaran adalah proses, cara, perbuatan mengajar atau mengajarkan.

Apabila kita memperhatikan pengertian di atas, maka pembelajaran tampaknya lebih memberikan kesan lebih baik atau lebih mendalam, yakni menumbuhkan keinginan belajar pada siswa. Sedangkan pengajaran tampaknya lebih terfokus pada proses transfer ilmu dari guru kepada siswa. Adapun siswa mengerti atau tidak, termotivasi untuk belajar mandiri atau tidak, semuanya tidaklah tercakup pada nilai-nilai dari sebuah pengajaran.

Bahkan saat ini sering muncul istilah “pelajar” dan “pembelajar”. Dalam KBBI, pelajar adalah anak sekolah (terutama pada sekolah dasar dan sekolah lanjutan); anak didik; murid; siswa. Sementara itu pembelajar adalah orang yang mempelajari (Pusat Bahasa 2005: 17). Pada referensi ini tampaklah bahwa pelajar itu sebuah titel. Seseorang yang terdaftar menjadi siswa sebuah sekolah dapat disebut pelajar, walaupun ia tidak mau belajar. Sedangkan pembelajar berarti walaupun seseorang tidak sekolah atau tidak mendapatkan titel/status siswa, selama ia mau belajar, maka bisa disebut pembelajar.

Lalu, apakah pembelajaran dan pelajaran? Makna harfiah pembelajaran sudah disebutkan di atas, sedangkan pelajaran adalah yang dipelajari atau diajarkan; latihan (Pusat Bahasa 2005: 17).

Dengan demikian, manakah yang paling benar? Pembelajaran atau pengajaran? Pelajar atau pembelajar? Semua istilah tersebut benar. Yang perlu diperhatikan adalah penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi yang sebenarnya. Akan tetapi kalau saya ditanya: ingin jadi pelajar atau pembelajar? Maka saya memilih jadi pembelajar. Apakah saya lebih suka konsep pembelajaran atau pengajaran? Maka saya memilih lebih suka konsep pembelajaran, karena ingin sekali membuat siswa/mahasiswa mampu belajar mandiri, bahakan besar harapan mereka bisa belajar walaupun tidak berada di dalam kelas formal.

Bagaimana penggunaan pembelajaran dan pelajaran?
Pelajaran dapat digunakan untuk menyebutkan mata pelajaran sekolah, seperti pelajaran komputer, pelajaran mengetik, dan lain-lain. Sedangkan contoh penggunaan kata “pembelajaran” antara lain: “Semoga musibah itu menjadi pembelajaran buat kita”.

Itulah analisis sederhana saya. Semoga dapat menjadi bahan renungan kita bersama. Saran dan kritik sangat dinantikan.


REFERENCE
Djoehaeni H. 2009. Hakikat Perencanaan Pembelajaran, Slide Presentasi.
Pusat Bahasa. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
[1] Bahan Ajar Perencanaan Pembelajaran.

***

Diterjemahkan dari artikelku:
Komarudin Tasdik. 2013. Definition of Learning Planning and Teaching Planning. 100keyboard.blogspot.com






CATATAN:
Buat teman-teman yang berkenan membaca tulisan saya tentang teori pendidikan, terutama tentang pembelajaran, saya sudah sediakan daftar isinya di menu e-Book pada blog ini. Semoga lebih mudah digunakan dan bermanfaat! :)

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di WA dan FB Gratis!
Yamaha new Vixion 2014 Dijual

4 comments:

  1. trimakasih atas ilmunya...sangat bagus dan membantu...

    ReplyDelete
  2. Mantap sharenya, disitus kami juga banyak dimuat beberapa definisi tentang berbagai hal, thanks.

    ReplyDelete
  3. rumit juga ya gan kalau jadi tenaga pendidik, harus bisa mengajar dengan baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya memang tenaga pendidik itu harus mau berkorban besar kalaulah benar-benar ingin jadi pendidik sesungguhnya, bukan orientasi gaji aja he..he..

      Delete