Ekspresi | Belajar PHP | Sunda | Kontak | Gmail | Uang Adsense
Kuliah Sistem Informasi,
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
STMIK JABAR
LP3I Tasikmalaya
STAI Al-Falah
Belajar Pemrograman PHP, MySQL, Framework CI, Domain, Hosting dan CMS Wordpress
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Inggris Arab

Thursday, February 28, 2013

Model Perencanaan Pengajaran: Model ROPES



Model Perencanaan Pengajaran: Model ROPES


Model perencanaan pengajaran menurut Hunts disebut model ROPES (Majid 99-101). ROPES adalah Review, Overview, Presentation, Exercise, Summary. Dalam prakteknya, sebagian guru seringkali hanya memperhatikan proses presentation (presentasi/penjelasan) dan exercise (latihan/tugas). Yang lainnya terlupakan.


1. Review
Seberapa bagus siswa memahami pelajaran sebelumnya. Langkah ini dapat dilakukan selama 2 sampai 5 menit. Proses ini penting untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa. Jika mereka sudah mampu memahami pelajaran sebelumnya, guru dapat melanjutkan pelajaran berikutnya. Tapi jika siswa belum mampu memahami pelajaran sebelumnya, guru harus mengulangi penjelasannya hingga dipahami siswa.

2. Overview
Guru harus menjelaskan konten apa yang akan diajarkannya secara singkat dan strategi yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. langkah ini membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 5 menit. Proses ini seringkali terlupakan, lebih-lebih ketika siswa kita tampak tidak aktif atau kurang cerdas. guru sering melakukan proses presentasi secara langsung pada materi baru secara rinci, melewatkan proses overview.

Padahal overview akan memberikan gambaran umum tentang sebuah materi pelajaran. Sehingga, jika siswa memiliki kreativitas yang cukup tinggi dalam aktivitas pembelajaran, mereka dapat mempelajari sebuah pelajaran dengan cara-cara yang lebih kreatif.

3. Presentation
Presentation (presentasi) merupakan pokok dari proses pembelajaran. Guru melakukan proses telling (menyampaikan), showing (memperlihatkan), and doing (melakukan). Secara keseluruhan guru biasanya melakukan proses ini. Meskipun demikian, ada sebagian guru yang tidak melakukan presentasi dengan baik. Mereka hanya mempresentasikan pelajaran tanpa memperhatikan kondisi kelas. Masalah ini dapat membuat siswa bosan, tidak paham, dan dampak negatif lain.

4. Exercise
Siswa mempraktekkan apa yang telah mereka pahami. Banyak guru senang memberikan latihan kepada siswanya. Tapi mereka jarang mempertimbangkan: Apakah siswa akan mampu menyelesaikan tugasnya atau tidak? Lebih dari itu, berkaitan dengan Pekerjaan Rumah, seringkali guru tidak memahami kemampuan siswanya. Masalah ini sering merepotkan para orangtua.

5. Summary
Guru menyampaikan summary (kesimpulan) dengan menekankan poin-poin penting dari sebuah pelajaran menurut materi yang disampaikan pada proses presentasi. Proses ini seringkali terlupakan. Setelah melakukan presentasi, sebagian guru tidak memberi kesimpulannya. Masalah ini tidak dapat membantu siswa yang kemampuannya terbatas. Padahal jika guru memberikan ringkasan/kesimpulan dari pelajaran yang disampaikannya pada suatu sesi, maka para siswa ‘bodoh’ dapat memahami sebagian materi pelajaran, walaupun tidak semuanya.


Referensi
Majid A. NY. Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
***

Diterjemahkan dari artikelku:
Komarudin Tasdik. 2013. Teaching Plan Model: ROPES Model. 100keyboard.blogspot.com.

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di WA dan FB Gratis!

No comments:

Post a Comment