Ekspresi | Belajar HTML dan PHP | Sunda | Kontak | Gmail | Uang Adsense
Kuliah Sistem Informasi,
PMB Online STMIK Jabar 2020
STMIK JABAR
LP3I Tasikmalaya
STAI Al-Falah
Belajar Pemrograman PHP, MySQL, Framework CI, Domain, Hosting dan CMS Wordpress
Inkubator | Daftar Isi | Bisnis Bitcoin | Tools Penting | PrivacyPolicy | Inggris Arab

Wednesday, May 8, 2013

Manakah Yang Paling Diminati: PHP, JAVA, atau Delphi?



Baru-baru ini kepala saya kembali ingin mengenang bahasa pemrograman yang pernah dipelajari. Inginnya minimal ada salah satu bahasa pemrograman yang terus menemani tutorial pada blog ini. Yang menarik bagi saya saat ini adalah PHP, Java, dan Delphi.


Kenapa PHP?
Dulu pernah belajar PHP satu semester. Sampai saat ini, PHP terus berkembang. Selain berdasarkan beberapa hasil survey bahwa PHP itu termasuk bahasa pemrograman yang sangat populer, saya sendiri berkali-kali memperhatikan banyak sekali website, baik milik orang Indonesia ataupun orang luar negeri. Ternyata website mereka banyak yang menggunakan PHP.

Yang membuat saya tertarik pada PHP adalah ada kemungkinan terbukanya prospek yang lebih bagus, karena lembaga bisnis ataupun non-bisnis cenderung akan semakin menyukai layanan online. Yang tak kalah menariknya adalah PHP itu GRATIS. Jadi, tidak takut suatu saat terkena tuntutan dari perusahaan empunya.

Kenapa Java?
Bahasa pemrograman yang satu ini sama sekali tidak didapatkan dari kuliah. Baru-baru ini mencoba beberapa latihan pemrograman Java. Rasanya memang sulit juga. Mungkin ada benarnya kata orang lain bahwa Java itu relatif sulit, mungkin juga karena saya harus mulai dari nol secara otodidak. Akan tetapi, itu tidak akan membuat saya berhenti. Semangaaat…!

Yang menarik dari bahasa pemrograman Java adalah sangat populer (bahkan ada yang mengkategorikannya sebagai nomor 1 di dunia berdasarkan jumlah programmer-nya), dikatakan juga bahwa java itu handal. Lagi-lagi yang paling menarik bagi saya adalah gratis alias open source.

Ada apa dengan Delphi?
Sebenarnya saya sangat suka dengan bahasa pemrograman Delphi. Alasannya antara lain: saya pernah belajar agak banyak tentang Delphi dulu. Akan tetapi, yang membuat sesak nafas adalah harga originalnya mencapai lebih dari $1000. Waaaah…..! Bisa bangkrut tutorial saya he…he…Ada juga paket tertentu yang harga $199, tapi hanya untuk 2 tahun saja.

Info mahalnya lisensi Delphi saya peroleh dari beberapa sumber online, juga dari teman saya di kampus yang mendalami Delphi. Memang perkembangannya sangat pesat juga. Walaupun Borland sebagai perusahaan pengembang Delphi sudah bangkrut, tapi Delphi cukup bagus pengembangannya di bawah bendera perusahaan Embarcadero sang empunya Delphi saat ini.

Versi terakhir yang saya lihat dari teman adalah Delphi XE3. Setelah beberapa menit saya lihat, tampilannya memang cukup berbeda dengan tampilan Delphi 7. Saya coba dua script Close dan Exit (script simpel banget aja ya, biar saya enggak pusing he….he…) yang biasa digunakan di Delphi 7. Ternyata bisa dijalankan juga di Delphi XE3. Ini memberikan sinyal positif pada info dari teman saya yang sangat baik hati yang menyatakan bahwa “script Delphi 7 tetap bisa dijalankan di Delphi XE3”. Mantap bukan?

Tapi tampaknya saya belum berpikir untuk fokus pada Delphi, karena satu kata “L-I-S-E-N-S-I”. Lisensinya mahal sobat…ya….? Sementara ini saya kabur dulu ke PHP, kalau ada energi lebih, ku coba melirik Java juga sebagai temannya PHP. He..he..

Bagaimana dengan bahasa pemrograman sahabat? Masih aktif jadi programmer Delphi?

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di WA dan FB Gratis!

3 comments:

  1. salam pengguna delphi, tapi gw abal-abal alias delphi bodong... wkwkwk

    ReplyDelete
  2. Yang pasti PHP.. kalau buat aplikasi desktop.. sya pilih C++

    ReplyDelete
  3. @Anonymous: Mantap nih, salam juga. Tapi sekarang saya sudah jarang maen pemrograma, termasuk Delphi, walaupun harus tetap belajar PHP dan Java

    @Deri: Keren... Saya belum pernah belajar C++ tuh :)

    Terimakasih atas pengalamannya teman-teman

    ReplyDelete