Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Kuliah Sistem Informasi,
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Saturday, September 6, 2014

‘Kasus Florence’ Dari Jogja Kini Pindah ke Bandung

Setelah selesai kasus Florence yang berakhir di pangkuan maaf gubernur DIY yang sangat bijak, Sultan Hamengku Buwono, kini Kota Bandung geram terhadap pemilik account  @kemalsept

Menurut kompas.com, account tersebut menghina Kota Bandung sebagai kota pelacur dan menghina Ridwan Kamil dengan sebutan “kunyuk”.


Account @kemalsept pun memberikan nada menantang: “Lapor? Banci! Silahkan aja kalo berani.”

Pak Walikota Ridwan Kamil segera membalas tweet tersebut dengan isinya melaporkan @kemalsept ke kepolisian.

Sekilas kata-kata @kemalsept sangat kurang ajar. Tapi setelah saya pikir-pikir kita juga harus mempertimbangkannya lagi kalau ingin melaporkannya ke kepolisian: “Jangan-jangan kata-kata kotor dari @kemalsept itu ada beberapa yang benar dan bisa menjadi bahan introspeksi buat kita semua.”

Ditelusuri itu bagus. Bahkan sebaiknya @kemalsept dipanggil dan didengarkan ocehannya untuk perbaikan Bandung selanjutnya.

Namun kalau @kemalsept dilaporkan ke kepolisian, saya khawatir ini akan berujung di ketidak-adilan. Saya takut pemilik @kemalsept dijatuhi hukuman berat, sementara pejabat yang menyiksa dan menelantarkan rakyatnya dihukum ringan-ringan saja.

Semoga Pak Ridwan Kamil lebih bijak! Saya tahu siapa yang tidak marah kota dan Walikotanya dihina. Tapi saya akan lebih bangga kalau para warga dan pemimpin daerah semakin bijak ketika mendengarkan kritikan, walaupun perkataannya seperti perkataan bajingan.



"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di WA dan FB Gratis!

3 comments:

  1. Kasus Flo ini jelas menandakan masih gagalnya pendidikan di Indonesia.
    Terutama untuk pendidikan moral.
    Setelah kasus Flo ini mencuat, ternyata wasih banyak juga Flo-Flo lainnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau gagalnya pendidikan negeri ini sudah jelas sob. Namun sekarang harus dipikirkan juga bagaimana reaksi kita kepada orang-orang yang pendidikannya gagal, masa kita hanya menyerahkannya ke jeruji penjara? he...he..

      Delete
  2. kasus tsb bisa dijadikan pelajaran untuk kita semua agar tidak sembrono kalau nulis di internet ya mas ;)

    ReplyDelete