Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan FB Gratis | Sunda | Kontak | Gmail | Uang Adsense
Kuliah Sistem Informasi,
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Thursday, September 18, 2014

Prahara PPP Akan Senasib Dengan PKB?

Konflik di tubuh PPP belum juga berakhir hingga berujung pada pemecatan Surya Darma Ali (SDA) dari Ketua Umum. Namun SDA malah balik memecat pejabat lain. Piuhhhh….

Yang pro SDA meminta pihak yang bersitegang untuk sabar menanti Muktamar 23 Oktober. Namun pihak lain, ingin ada Rakernas untuk menentukan tanggal penyelenggaraan Muktamar.

Yang membuat pendukung SDA keberatan adalah dalam Rakernas, status SDA sudah bukan lagi ketua umum.

Saya sendiri melihat konflik Partai berlambang Ka’bah ini bermula ketika SDA tiba-tiba muncul pada saat Prabowo kampanye Gerindra.

Ada kabar bahwa dukungan SDA kepada Prabowo belum didasarkan pada kemufakatan partai.

Kalau pendapat bahwa SDA membuat keputusan sendiri itu benar maka ini menjadi tamparan bagi para pemimpin Islam. Sudah SDA tersangka kasus haji di KPK, sekarang ngotot tidak mau mundur dari PPP. Ini memalukan!


Kalau memperhatikan isu kengototan SDA untuk tetap jadi ketua umum PPP, ini menunjukkan PPP sedang terbelah, antara golongan kolot dan golongan reformis. Golongan kolot mengadopsi kepemimpinan para kiyai ortodoks yang inginnya semau gua, merasa benar sendiri dan tidak suka menerima kritik.

Sedangkan golongan reformis mengedepankan kepemimpinan modern dan siap menerima kritik. Seandainya benar AD/ART partai tidak membenarkan pemecatan SDA saat ini, maka akan dicarikan solusi untuk memperbaiki AD/ART tersebut agar sebuah partai terhindar dari pemimpin yang tersandung korupsi, meskipun baru tersangka.

Kalau AD/ART benar-benar melarang pemecatan SDA, maka kaum reformis PPP harus meminta mundur SDA dari posisi ketua umum.

Memang harus beda antara mundur karena tersandung kasus korupsi dengan mundur karena habis masa jabatan. Kalau dianggap terlalu berlebihan mengatakan SDA harus dipecat dengan tidak hormat, maka sudah selayaknya dikatakan bahwa SDA mundur karena terjerat kasus korupsi. Harus ada label yang beda!

Melihat kengototan SDA dan anti SDA seperti sekarang, saya jadi bertanya-tanya: “Akankah nasib PPP seperti PKB di akhir kepemimpinan Gusdur?”

Sekuat apapun Gusdur ternyata tidak ngaruh, kekuatan Muhaimin masih lebih kuat. Padahal SDA tidak sekramat Gusdur, kan?


PKB terpecah menjadi PKB Gusdur dan PKB Muhaimin. Akankah partai ka’bah ini terpecah juga menjadi PPP SDA dan PPP non-SDA? Hmmm…

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di WA dan FB Gratis!

No comments:

Post a Comment