Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan FB Gratis | Sunda | Kontak | Gmail | Uang Adsense
Kuliah Sistem Informasi,
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
STMIK JABAR
LP3I Tasikmalaya
Jurnal STAI al Falah
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Saturday, February 14, 2015

Hari Valentine Haram, Ah Yang Benar Sajaaa?

Hari kasih sayang atau Valentine Day jatuh pada hari ini, 14 Februari 2015. Sebagian orang bersuka-ria ingin merayakannya, tapi sebagian tidak mau menghiraukannya, ada juga yang mencibir, bahkan mengharamkannya.

Hari Valentine Haraaaaam, ah yang benar sajaaaa?
Kalau para ulama mengharamkan mungkin mereka sudah membaca asal muasal alias sejarah Hari Valentine. Namun kalau kita ASBUN (asal bunyi), sangat memalukan!

Ini alasan hari Valentine yang tersebar di masyarakat:


1. Valentine Day memberikan peluang remaja melakukan seks bebas, minimal saling “sun-sunan.” Akan tetapi, sering terdengar bahwa “kasih sayang asmaranya” untuk suami-isteri dan “kasih sayang cintanya” bermakna sayang keluarga. Jadi, apakah Valentine Day masih dilarang?

2. Kasih sayang itu bukan hanya tanggal 14, tapi seharusnya tiap hari. Saya sempat ketawa kecil juga, kok bisa seperti itu ya…? Ini sama sekali tidak bisa dijadikan pelarangan hari Valentine. Kenapa?

Yang namanya hari besar itu hanya berfungsi sebagai “PENGINGAT”. Kalau kita memperingati “Hari Kemerdekaan”, tidak berarti hanya merdeka tanggal 17 Agustus, bukan? Tapi harus merdeka setiap hari.

Memperingati hari ibu itu tidak hanya menyayangi ibu pada saat “Hari Ibu”, tapi harus menyayangi ibu setiap hari, iya kan? Kenapa hari ibu tidak dilarang? He..he…

Itulah romantika bahasa yang harus disikapi dengan sangat bijak dan tidak boleh ikut-ikutan membenci hari raya orang lain, padahal kita tidak tahu yang sebenarnya.

Saya sendiri tidak merayakan hari Valentine Day, tapi saya tidak setuju kalau kita terlalu mudah menghukumi haram untuknya. Sementara para ulama masih banyak yang “susah” memperhatikan umatnya, para guru “kurang” menyayangi muridnya, dan para dosen “menelantarkan” mahasiswanya. Kenapa ini luput dari perhatian kita ya…?

Bagaimana maraknya koruptor?
Bagaimana maraknya pejabat yang mempersulit rakyat kecil?
Bagaimana maraknya si kaya yang tidak menyayangi si miskin?
Bagaimana si kaya dan si kuat menyemai banjir yang melanda tanah air?

Apakah mengharamkan hari semacam Valentine Day lebih penting dari memikirkan jawaban praktis untuk pertanyaan di atas? hmmm


Salam dari seseorang di sudut hutan nun jauh di sana… J

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di WA dan FB Gratis!

1 comment:

  1. Kalau aku gak merayakan, dan gak terlalu memikirkan kali. Jadi trserah kepercayaan orang masing2

    ReplyDelete