Tridarma Tasdik | Prodi Sistem Informasi | Skripsi SI
CV dan Lowongan Kerja
Karir dan Beasiswa SI
Program Portofolio Dosen
Rangkuman Prestasiku
Materi Kuliah Sistem Informasi (S1)
Blog dan Pengalaman | Korban AI | Siap Kerja | Kontak | PrivacyPolicy | Inggris Arab | Daftar Isi

Wednesday, August 12, 2015

Kata Tanya Dalam Bahasa Jepang

Kalau kata tanya asli dalam bahasa Jepang, saya baru tahu satu, yaitu “ka”. Untuk menempatkan “ka” biasanya di akhir kalimat tanya. Contoh:

Anata wa Budi desu ka?
(Apakah kamu Budi?)
Anata: kamu
Wa: mirip to be (tidak diterjemahkan)
Budi: nama orang
Desu: tidak diterjemahkan (ciri present tense)
Ka: ciri kalimat tanya



Anata wa gakusei desu ka?
(Apakah kamu seorang siswa?)
Gakusei: siswa

Anata wa sensei desu ka?
(Apakah Anda seorang guru?)
Sensei: guru

Berikut ini, Katabah berikan contoh lagi kalimat tanya dalam percakapan bahasa Jepang menggunakan penulisan Romaji (Latin):
1. Oname-o ishiete-itada-ke-masu-ka?
(Dapatkah Anda menyebutkan namamu?)

Namun dalam percakapan ada juga yang seperti ini: Oname wa? (Siapa namamu?). Ini mungkin bentuk tidak formalnya ya…

2. Doko-ni sunde-imasu-ka?
(Di mana alamat Anda?)

3. Osuki desu-ka?
(Apakah Anda puas?)

4. Nani-ga atta-no-desu-ka?
(Ada apa?)

5. Nan-ji desu-ka?
(Pukul berapa?)


Jadi, kalau bahasa Inggris dan Indonesia memiliki ciri kata tanya di awal kalimat (seperti: apakah, mengapa, do, does, did, dll), sedangkan bahasa Jepang memiliki ciri kata tanya di akhir kalimat (ka).

"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi

No comments:

Post a Comment