Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Sunday, September 6, 2015

Cara Membedakan Wawu Athaf dan Maf’ul Ma’ah Bahasa Arab

Hello Katabah!
Ketika membaca suatu teks bahasa Arab, saya menemukan hal yang aneh karena ada kata sebelum dan sesudah huruf wawu memiliki harokat yang berbeda. Kata sebelum wawu berharokat akhir dlammah, sedangkan kata setelah wawu berharokat akhir fathah. Wawu tersebut pasti bukan Athaf, ya…?


Yang ingat di kepala, wawu itu termasuk huruf Athaf (penyambung), artinya “dan”. Namun kalau harokat akhir dari dua kata yang disambungkannya tidak sama berarti disebut wawu ma’iyah yang artinya “ketika” atau “bersamaan” karena berada pada posisi maf’ul ma’ah. Kata “ma’ah” sendiri berasal dari kata “ma’a” yang artinya “bersama”.

Contoh Maf’ul Ma’ah:
شَرِبَ الْمُدَرِّسُ وَ التِّلْمِيْذَ
(Guru itu minum bersamaan dengan murid)
atau
(Guru itu minum ketika murid minum)

وَقَفَ الْوَلَدُ وَ الضِّيْفَ
(Anak laki-laki itu berhenti bersamaan dengan tamu)
atau
(Anak laki-laki itu berhenti ketika tamu berhenti)

Yang membedakan wawu ma’iyah dan athaf adalah kata pertama dibaca  “mudarrisu” (الْمُدَرِّسُ) – diakhiri dlammah, sedangkan kata kedua dibaca “tilmidza” (التِّلْمِيْذَ) – diakhiri fathah.

Jika wawu pada contoh nomor satu di atas diubah menjadi wawu athaf, maka menjadi begini:

شَرِبَ الْمُدَرِّسُ وَ التِّلْمِيْذُ
(Guru dan murid itu sudah minum)

Karena ini merupakan contoh Athaf, maka harokat akhir mudarris dan tilmidz sama, yakni harokat dlammah (“mudarrisu” dan “tilmidzu”).

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...

No comments:

Post a Comment