Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan FB Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Kuliah Sistem Informasi,
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Tuesday, January 5, 2016

Cara Membuat Artikel Paling Disukai Pengunjung Kompasiana




Hello Katabah!
Sudah lama tidak menulis di Kompasiana, beberapa hari ini saya kembali menulis di sana sambil menikmati nuansa tahun baru. Ada sedikit ingin tahu: “Apakah kemampuan menulis artikelku sudah ada kemajuan?”


Satu-dua artikel dipublikasikan. Tapi tidak terlalu berharap akan menjadi artikel Headline karena tidak mengikuti jejak para kompasianer yang sudah terbiasa mejeng di Headline.

Dalam tulisanku, tidak ada gambar satu pun. Isinya pun tidak diberikan analisis mendalam karena ingin merasakan menulis tanpa beban, tapi bisa menarik perhatian banyak orang.

Karena saya tetap menganggap blog Katabah sebagai blog utama dan blog Kitaabah sebagai blog koleksi artikelku dari berbagai blog milik orang lain, maka menulis di Kompasiana pun tidak terlalu serius, berjalan saja seperti menulis di blog sendiri, satu artikel per hari.

Mulai tanggal 30 Desember 2015, saya menulis artikel berikut ini:
1. Tes Vocabulary Bahasa Inggris Online Gratis: 30 Desember 2015
2. Tes Vocab TOEFL untuk Pemula Online Gratis: 31 Desember 2015

3. Resolusi Tahun Baru 2016? Bakar Saja!: 1 Januari 2016
4. Tes Vocabulary Bahasa Inggris Online Gratis dan Prospek Kerjanya: 2 Januari 2016

5. Bayi 2 Bulan Belum Bisa Pulang Karena Tidak Bisa Bayar Rumah Sakit, Mohon Solusinya!: 2 Januari 2016

Tanggal 2 Januari terpaksa menulis dua artikel karena ada warga yang membutuhkan bantuan dana pembayaran perawatan Rumah Sakit. Saya menduga artikel tentang “Mohon Bantuan” itu akan mendapatkan respon banyak karena banyak aktivis yang mungkin suka menulis di Kompasiana. Tapi hasilnya, biasa-biasa saja, tak terlalu banyak pembaca!

Karena penasaran dengan “Berapa banyak jumlah pembaca artikel Kompasiana per hari?” Maka saya coba menulis artikel yang cukup aktual.

Hasilnya?
Artikel nomor 6 ini tak lama langsung mejeng di urutan nomor dua kategori Artikel Terpopuler Kompasiana:

6. Kompasianer Ini dan Putra Jokowi Akan Dipolisikan, Ustadz PKS Tuduh Berzina: 3 Januari 2016

Karena artikelku masuk Artikel Terpopuler, maka segera saya buat satu lagi artikel nomor 7, siapa tahu banyak pembaca lagi:

7. Amnesti Jokowi Untuk Din Minimi atau Jonru? 3 Januari 2016

Artikel nomor 7 memang lumayan cukup banyak pembacanya, tapi tidak jadi Artikel Terpopuler.

Kemudian, hari Senin ini (tanggal 4 Januari 2015), saya menulis lagi satu artikel. Hasilnya mejeng lagi di Artikel Terpopuler. Judulnya:
“Jonru Tidak Bisa Dipolisikan, Foto Jokowi di Raja Ampat Memang Editan”

Pada saat membuat artikel ini, artikel ke 8 di atas mejeng di urutan 2.


Kini, saya bersyukur tulisanku mendapatkan ribuan pembaca dalam waktu sehari. Ketika saya lihat masuk Artikel Terpopuler, pembacanya sekitar 300an. Setelah masuk Artikel Terpopuler, maka dengan cepat, jumlah pembacanya merangseg naik hingga ribuan.

Satu lagi yang membuat saya bahagia: Saya belum punya teman setia di Kompasiana karena sudah lama tidak menulis di sana, tapi pengunjungnya buaaanyaaak. Alhamdulillah…!

Cara pembuatan artikel yang saya lakukan:
1. Cari isu terhangat yang cukup dipahami oleh diri sendiri
2. Kemukakan pendapat sendiri dengan lebih berani
3. Buatlah judul artikel yang menarik dan jelas.

Itu dulu ya…Semoga di kemudian hari, artikelku banyak pembaca lagi…he..he..

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di WA dan FB Gratis!

No comments:

Post a Comment