Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Thursday, June 9, 2016

Menanam Bonsai Beringin



Hello Katabah!
Hari ini, saya mempersiapkan pot untuk membuat bonsai Beringin. Dalam bahasa Sunda, Beringin itu dikenal dengan nama “Caringin”. Jadi, “Pohon Beringin” bahasa Sundanya adalah “Tangkal Caringin.” Saya pernah membuat bibit bonsai pohon keramat ini.


Sewaktu usia SMA, saya diajak kakak untuk membuat pembenihan bonsai Beringin. Kakak pulang dari kota dengan inspirasi duit bonsai, ia dengan semangat menggebu-gebu membuat benih bonsai bersamaku.

Sayang seribu kali saya, kakak kembali ke kota. Saya kurang peduli dengan tanaman karena belum butuh uang saat itu. Beasiswa dari ibu juga sudah cukup, kan saya tidak suka jajan. He..he..

Walaupun dulu gagal, sekarang ilmunya akan terpakai kembali. Jika pulang kampung, saya akan memotong ranting-ranting Beringin yang tidak terlalu jauh dari rumah.

Di kampung kami, pohon Beringin itu relatif aman dari pencurian. Saya suka bercanda: “Jangan-jangan pencuri tidak mau pohon Beringin karena takut ada setannya.”

Apalagi Pohon Beringin yang ada di dekat rumah saya itu letaknya di pemakaman umum dan SMP dekat pemakaman umum juga. Jadi, aman deh. Kecuali jika saya yang mencurinya. Ha…ha..

Kalau ingat pemakaman dan SMPN 1 Cisewu itu serasa saya pemiliknya. Kenapa? Karena ketika kecil saya main bola dan layang-layang di halaman SMP dan SMK (saat ini). Pemakaman juga tidak asing karena SD saya berdampingan dengannya. Kadang-kadang saya main layang-layang di bawah pohon Beringan pemakaman itu ketika terik matahari terlalu panas.

Kembali ke bonsai.
Karena pohon beringin itu termasuk yang mengandung cukup banyak air, maka kita bisa menanam rantingnya yang kita potok (setek ya…?).

Memang ada bibit pohon Beringin kecil, tapi sangat-sangat-sangat jarang sekali ditemukan. Jika ada, biasanya harus mencarinya di atas pohon yang tumbuh di dekat pohon Beringin yang sudah berbuah.

Entah kenapa, jarang menemukan bibit Beringin di tanah. Mungkin susah tumbuh, mungkin juga rawan “dicuri” para pemburu bonsai. Ha..ha..

Dan jika kita menunggu Beringin dari kecil yang tangkainya sebesar jarum, entah kapan jadi bonsai berduitnya. Tetapi, jika rantingnya yang sudah besar dipotong dan langsung dibuat Bonsai itu tampaknya akan lebih cepat dipanen (dijual).

Bagaimana hasil setek Beringin saat saya SMA dulu itu?
Sebagian besar mati karena tidak diurus, tidak pula disiram, hanya dibiarkan di alam terbuka dalam pot plastik (bekongan plastik). Beberapa sudah ada yang tumbuh berakar, namun sayang ini juga mati kemudian karena dibiarkan hidup tanpa kasih sayang.

Jadi, jika sekarang saya memulai lagi membuat bonsai Beringin seperti dulu, maka kemungkinan bisa tumbuh di pot walaupun tanpa campur tangan ahli. Tinggal nanti mikirnya, setelah tumbuh, saya harus berpikir membentuknya agar tampak indah seperti layaknya bonsa-bonsai berkualitas. OK itu dulu…!

Apa pesan penting dari tulisan ini?
Ah, tidak ada pesan penting, ini hanya curhat saja. Tapi yang mau mencari benih bonsai Beringin sendiri (tidak mau beli mahal), maka carilah ke gunung, halaman gedung-gedung sekolah, halaman gedung pemerintah, atau pemakaman umum. Itu saja…!

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...