Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Sunday, June 5, 2016

Tumbal Sungai Citengah Cisewu Garut Selatan



Hello Katabah!
Ini masih cerita mistis saat saya lagi kecil. Sambil santai, ibuku kadang-kadang bercerita, termasuk menceritakan seorang anak sekolahan tenggelam di sungai Citengah. Maksudnya agar saya tidak berani berenang di sungai itu.


Citengah adalah salah satu sungai cukup besar yang ada di Desa Cisewu, Garut Selatan. Letaknya dekat dengan kantor Kecamatan Cisewu. Hanya cukup berjalan kaki beberapa meter dari kantor kecamatan, turunan jalan yang panjang menuju jembatan sungai Citengah sudah bisa terlihat.

Jika Anda suka jalan-jalan dari Pangalengan Bandung menuju Rancabuaya Garut, maka pasti melewati jembatan sungai Citengah.

Namun meskipun seringkali mobil mogok di tengah tanjakan, jarang sekali terdengar kecelakaan. Mungkin karena tanjakannya cukup menyeramkan, jadi para sopir sudah siap-siap dari awal.

Dari Arah Ranca Buaya atau Garut, kita akan menemukan ujung tanjakan Citengah yang cukup berbahaya karena baru akan habis tanjakan, kita suguhi tikungan ke kiri. Ini seringkali membuat kendaraan yang berlawanan arah hampir berciuman. Hiks..hiks..

Cerita mistisnya mana…?
Jauh sebelum saya lahir, sekelompok anak sekolah setelah selesai olahraga, mereka langsung berlarian menuju jembatan Citengah. Di bawah jembatan ada leuwi kecil. (Leuwi adalah genangan air di sungai yang dalam).

Tanpa takut, mereka berenang di sana. Leuwi kecil membuat nyali mereka sangat berani tidak semenakutkan leuwi-leuwi besar yang menyeramkan.

Sedang asik berenang sambil menyelam, tiba-tiba mereka terkejut karena seorang temannya tidak muncul lagi ke permukaan. Mereka mencari dan menunggu, tapi si korban tidak ditemukan juga.

Akhirnya, mereka pulang dengan wajah sedih ketakutan. Para warga mencari korban, ternyata ditemukan sudah menjadi mayat. “Mungkinkah ini tumbal sungai Citengah?” Entahlah….saya tidak percaya. He..he.. Itu musibah saja ya….

Yang lebih membuat saya kaget adalah setelah lama mendengar cerita itu, saya dan teman-teman sekolah dasar lainnya bermain sepak bola di lapang Lemah Luhur Cisewu, sebuah lapang besar dekat gedung desa.

Setelah selesai sepak bola, saya diajak teman-teman untuk berenang. Tidak tahu akan renang di mana? Saya pun ikut.

Setelah menelusuri galengan sawah, tibalah di Sungai Citengah. Di sana, ada genangan air yang sengaja ditahan oleh benteng irigasi untuk mengairi pesawahan.

Kami pun berenang asik. Setelah lelah, kami pulang ke rumah masing-masing. “Dari mana, Nak? Kok rambutmu basah?” kata ibu.

“Sudah renang, Mah. Di Citengah.”

“Ya ampuuun…..kamu ini lupa cerita dulu, ada anak yang tenggelam di sana.”

Saya pun cukup terperanjat dan ketakutan. Menyesal sudah renang di sana karena lupa. Untung saja selamat dan tidak terjadi apa-apa. Hi…hi…

Mulai hari itu, saya selalu mengingat-ingat untuk tidak renang lagi di sana. Bukan karena takut ditarik jin ke dalam air, tapi saya lebih percaya mungkin ada pusaran air atau lubang yang membuat kita yang menyelam tidak bisa muncul lagi ke permukaan.


"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...