Tridarma Tasdik | Prodi Sistem Informasi | Skripsi SI
CV dan Lowongan Kerja
Karir dan Beasiswa SI
Program Portofolio Dosen
Rangkuman Prestasiku
Materi Kuliah Sistem Informasi (S1)
Blog dan Pengalaman | Korban AI | Siap Kerja | Kontak | PrivacyPolicy | Inggris Arab | Daftar Isi

Thursday, October 6, 2016

Bibit Labu Siam Waluh Foto

Hello Katabah!
Budidaya labu siam (Sunda: waluh) terus berlanjut. Sekarang, sudah ada tiga bibit labu siam yang sudah dipindahkan ke kebun pekarangan dan diberikan tiang rambat.



Abah memindahkannya dari tempat penyemaian setelah tinggi kira-kira 30 cm.

Adapun tempat penyemaiannya tidak terkena langsung air hujan agar bibit tidak busuk.

Bahkan yang sudah ditanam di kebun juga, buah bibitnya masih ditutup plastik atau kulit pisang (Sunda: gebog).

Plastik digunakan seperti atap rumah, yakni ada jarak dari akar (polybag) dengan plastik. Kalau ditempelkan takut panas dan menyebabkan kematian bibit labu siam. Ini baru ketakutan Abah saja.

Sedangkan penutup yang berupa kayu atau gebog ditempelkan langsung di atas bibit/polybag. Jadi, daun waluh masih terkena hujan.


Oh iya gambar ini menunjukkan bibit waluh masih dalam penyemaian. Semua diletakkan di tempat beratap walaupun masih terkena air hujan yang dihembuskan angin dari samping.

Namun, sebelum bertunas atau tunasnya masih seujung kuku, Abah meletakkannya di tempat yang benar-benar tidak terkena air hujan agar tidak busuk. Tapi tetap tanahnya disiram agar lembab.

Cara penyemaian labu siam di tempat beratap tersebut terbukti berhasil. Sekarang, Abah sudah harus menambah media rambatnya. Semoga berhasil!
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi

No comments:

Post a Comment