9 Buku Saya | Tridarma Tasdik | Prodi Sistem Informasi | Skripsi SI
CV dan Lowongan Kerja
Karir dan Beasiswa SI
Program Portofolio Dosen
Rangkuman Prestasiku
Materi Kuliah Sistem Informasi (S1)
Blog dan Pengalaman | Korban AI | Siap Kerja | Kontak | PrivacyPolicy | Inggris Arab | Daftar Isi

Saturday, February 14, 2026

KATA PENGANTAR: DEBU DI ATAS KEYBOARD - Prof. Ahda Series

 Buku ini bukan ditulis oleh seorang jenius yang memiliki ingatan fotografis. Sebaliknya, buku ini adalah catatan seorang "Dewa Penidur" yang lebih sering melupakan apa yang ia catat daripada menghafalnya.

Selama bertahun-tahun, saya bergerak dalam sebuah sistem yang ganjil. Saya belajar di antara jeda iklan televisi, mencatat kosa kata di secarik kertas untuk kemudian saya buang ke tempat sampah keesokan harinya, dan lebih memilih bersembunyi di dalam kamar daripada harus berpura-pura bahagia di bawah terik matahari pantai.

Namun, di balik gaya hidup yang tampak santai dan penuh "pelupaan" ini, ada sebuah pondasi yang dibangun dengan air mata dan pengorbanan yang tidak masuk akal.

Buku ini adalah persembahan untuk almarhum Ayah saya—seorang Sufi Modern yang lebih memilih menyekolahkan anak yatim daripada memperbaiki dinding rumahnya yang rapuh. Seorang Arsitek Jiwa yang membangun madrasah, lalu membiarkan sejarah melupakan namanya saat gedung itu diambil alih negara. Dari beliaulah saya belajar bahwa Lillah adalah satu-satunya sistem operasi yang tidak akan pernah crash ditarajang zaman.

Buku ini juga adalah monumen untuk Kakak saya. Seorang pahlawan yang rela tetap tinggal di rumah berlantai tanah asalkan adiknya bisa meraih level Profesor seutuhnya. Beliaulah "Kabel Power" yang mengalirkan energi saat baterai harapan saya hampir kosong.

Melalui Manifesto Ahda, saya ingin mengajak Anda melakukan Rekonsiliasi Nalar. Sebuah titik di mana rasionalitas kita yang angkuh harus bersujud di hadapan Takdir yang rahasia. Kita akan belajar bagaimana menjadi Titik Nol: tetap berikhtiar radikal seolah dunia ada dalam genggaman, namun tetap waspada dan pasrah seolah kita tak punya apa-apa.

Jangan mencari tips menjadi jenius di sini. Carilah cara untuk menjadi manusia yang bijak terhadap kegagalannya sendiri. Karena pada akhirnya, ilmu yang sejati bukan apa yang kita ingat, tapi apa yang tersisa dalam karakter kita setelah kita melupakan semua yang kita pelajari.

Selamat membaca. Santai saja, kalau lelah silakan tidur. Karena siapa tahu, saat terlelap itulah nalar Anda sedang bekerja membangun menara.

Sumedang, Februari 2026

Prof. Ahda

**

Kembali ke Daftar Isi dan Sinopsis 

 

"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi

No comments:

Post a Comment