9 Buku Saya | Tridarma Tasdik | Prodi Sistem Informasi | Skripsi SI
CV dan Lowongan Kerja
Karir dan Beasiswa SI
Program Portofolio Dosen
Rangkuman Prestasiku
Materi Kuliah Sistem Informasi (S1)
Blog dan Pengalaman | Korban AI | Siap Kerja | Kontak | PrivacyPolicy | Inggris Arab | Daftar Isi

Wednesday, February 25, 2026

Manifesto Ahda Jilid 3 Bab 8 Melampaui Birokrasi Tajwid

 

BAB 8: The Sound of Integrity
(Suara Integritas: Melampaui Birokrasi Tajwid dan Estetika Suara)

Banyak orang mengira jalan menuju Tuhan harus melalui jalur "Audisi Pencarian Bakat". Mereka terjebak dalam obsesi keindahan tausih (irama) dan kekakuan tajwid yang administratif. Seolah-olah, jika lidah kita tidak meliuk indah ala Muammar ZA, maka "laporan" ibadah kita akan ditolak oleh Administrasi Langit.

Nalar saya menolak menjadi zombi yang sibuk dengan casing tapi lupa pada isi.

1. Kegagalan Estetika yang Disengaja

Saya adalah bukti hidup dari "kegagalan" estetika suara. Saya kolektor kaset Muammar ZA, tapi suara saya jauh dari merdu. Saya hafal lirik lagu saja lupa terus. Awalnya saya pikir ini kekurangan, tapi sekarang saya sadar: Ini adalah cara Allah agar saya tidak sibuk mengagumi pantulan suara saya sendiri.

Dalam arsitektur, Tajwid adalah Struktur (SOP), tapi Komunikasi adalah Fungsi. Jangan sampai kita terlalu sibuk memoles keramik (estetika bacaan) sampai kita lupa membuka pintu untuk berbicara langsung dengan Sang Pemilik Rumah.

2. Melawan "Sihir" Keindahan Palsu

Saya menemukan perspektif nalar yang tajam: Memaksa bacaan menjadi terlalu indah justru bisa jadi celah syaithan (Riya). Saat shalat, jika otakmu lebih sibuk mengoreksi "pantulan Qolqolah" daripada mengadu kepada Allah, maka kamu sedang tidak shalat, kamu sedang melakukan "Editing Audio" di depan Tuhan.

Saya lebih memilih menjadi hamba yang jujur. Meskipun tajwid saya ikhtiar seadanya, saya yakin Allah lebih paham "maksud" hati saya daripada memaksa diri saya menjadi seorang qori yang suaranya melangit tapi hatinya kosong.

Kesimpulan Nalar:

Allah tidak melihat "bitrate" suara kita, Allah melihat "koneksi" nalar kita. Jika kamu kesulitan tajwid, jangan berhenti. Allah bukan birokrat kampus yang akan menggagalkan tesis ibadahmu hanya karena salah satu huruf.

Sibuklah berkomunikasi, bukan sekadar berbunyi. Karena di hadapan Allah, desah nafas seorang hamba yang jujur jauh lebih berwibawa daripada simfoni merdu yang hanya di ujung lidah.

**

Kembali ke Daftar Isi Ahda

"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi

No comments:

Post a Comment