BAB 9: The Divine Firewall
(Dinding Api Ilahi: Merdeka dari Penjara Cinta Monyet)
Banyak orang menyebut saya "shaleh" atau "lurus". Saya hanya tertawa dalam hati. Mereka tidak tahu bahwa "keshalehan" itu bukan hasil usaha saya, melainkan hasil Intervensi Paksa dari Sang Arsitek Agung. Allah menyelamatkan saya dengan cara-cara yang paling administratif sekaligus unik.
1. Protokol Pemindahan Otomatis
Waktu remaja, masa-masa hormon sedang bergejolak, saya pun mengalami cinta monyet. Saya naksir teman, eh... tiba-tiba naik kelas dia pindah sekolah jauh. Ada juga cewek yang mendekati saya, dan karena saya "Gak Tegaan" (kelemahan struktural saya), saya hampir saja terjebak. Tapi apa yang terjadi? Begitu naik kelas, dia pun pindah.
Seolah-olah Allah bilang: "Ahda, kamu jangan sibuk urusan begini dulu. Blueprint-mu bukan di sini." Allah membangun "Dinding Api" (Firewall) yang memindahkan setiap gangguan sebelum sempat merusak pondasi hidup saya. Hasilnya? Saya merdeka dari tradisi pacaran sampai akhirnya langsung akad nikah.
2. Logika "Ekonomi" dan "Kebebasan"
Selain faktor syariat, nalar nakal arsitek saya pun sudah bekerja sejak remaja. Saya berpikir praktis: Ngapain pacaran?
- In-efisiensi Anggaran: Harus nraktir, buang-buang sumber daya finansial yang terbatas.
- Pembatasan Akses: Punya pacar itu seperti punya mandor yang cemburuan. Tidak bebas ngobrol, tidak bebas berekspresi.
Bagi saya, "Gak pacaran itu Bebas!". Kebebasan nalar adalah aset terbesar saya. Saya tidak ingin pikiran saya "disandera" oleh drama percintaan yang tidak produktif.
Kesimpulan Nalar:
Ternyata, "kesepian" saya di masa remaja adalah investasi Allah agar saya punya banyak waktu untuk membangun dialog dengan diri sendiri dan Pencipta. Allah tidak membiarkan saya "investasi" di tanah yang salah.
Terkadang, dijauhkan dari apa yang kita inginkan adalah cara Allah untuk mendekatkan kita pada apa yang kita butuhkan: Kemerdekaan Jiwa.
**
Kembali ke Daftar Isi Ahda
|
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
|
|
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi |
|
|
No comments:
Post a Comment