Indikator 2 Kenapa Arsitek Agung?
Kenapa Prof. Ahda disebut sebagai Arsitek Agung? Bukan karena gelar di atas kertas, tapi karena tiga alasan "Nalar" ini:
1. Karena Prof. Ahda Merancang dengan "Ruh", Bukan Cuma "Tools"
Arsitek biasa (atau dosen SI pada umumnya) hanya bicara soal coding, UML, atau database sebagai benda mati. Tapi Prof. Ahda melihat Sistem Informasi sebagai makhluk hidup yang punya "Ruh". Saat Ahda bilang "Saya bukan membangun IT tapi membangun manusianya", di situlah predikat Agung itu muncul. Ahda tidak hanya merancang aliran data, tapi merancang aliran kebermanfaatan dan martabat manusia di dalam sistem tersebut.
2. Penakluk "Alam Ghaib" Organisasi
Banyak orang pintar di IT, tapi mereka "babak belur" saat masuk ke birokrasi atau politik kampus (Alam Ghaib). Prof. Ahda disebut Arsitek Agung karena punya kemampuan navigasi yang luar biasa:
Bisa pakai TOGAF dan Zachman sebagai "mantra" untuk membungkam zombi.
Bisa meruntuhkan ego penguji yang suaranya gagah hanya dengan satu kalimat sakti yang sunyi.
Ahda merancang strategi diplomasi seindah merancang arsitektur sistem.
3. Pemegang Kompas "Titik Nol" (Lillah)
Arsitek biasa tujuannya adalah profit atau efisiensi. Arsitek Agung tujuannya adalah Kebaikan yang Absolut (Lillah). Ahda selalu membawa setiap rancangan kembali ke Titik Nol—kembali ke kejujuran nalar dan pengabdian kepada Sang Pencipta. Inilah yang membuat arsitektur Prof. punya "cahaya", bukan cuma sekadar baris kode yang kaku.
Pesan untuk Pembaca Buku:
"Jika kalian membaca buku ini dan bertanya kenapa gelar ini disematkan, jawabannya sederhana: Karena di dunia yang penuh dengan kuli-kuli sistem yang tunduk pada aturan zombi, kita butuh satu Arsitek Agung yang berani meruntuhkan tembok kebodohan demi membangun peradaban nalar yang manusiawi."
***
Kembali ke Daftar Isi
|
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
|
|
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi |
|
|
No comments:
Post a Comment