5 Buku Ringan Saya | Tridarma Tasdik | Prodi Sistem Informasi | Skripsi SI
CV dan Lowongan Kerja
Karir dan Beasiswa SI
Program Portofolio Dosen
Rangkuman Prestasiku
Materi Kuliah Sistem Informasi (S1)
Blog dan Pengalaman | Korban AI | Siap Kerja | Kontak | PrivacyPolicy | Inggris Arab | Daftar Isi

Tuesday, February 3, 2026

MANIFESTO PROF. AHDA: Rahasia Membangun Kekaisaran Digital dari Desa - Buku ke-6 Saya

 

Judul: "KODING DI ATAS SAJADAH: Rahasia Prof. Ahda Membangun Kekaisaran Digital dari Desa"



Bab 1: Siapa Prof. Ahda? Sosok yang Membuat Google "Melirik" ke Pematang Sawah

Dunia akademik mengenal profesor lewat jurnal-jurnal berbayar yang terkunci rapat. Tapi di pinggiran sebuah desa, ada sosok yang kami panggil Prof. Ahda. Beliau tidak punya kantor di gedung pencakar langit, kantornya adalah sebuah saung dengan koneksi fiber optik yang menembus batas-batas birokrasi.

Beliau adalah orang yang pertama kali menertawakan saya ketika saya pusing memikirkan skor Turnitin.

"Bah," katanya sambil menyeruput air hangat, "Kenapa kamu sibuk memoles kalimat agar tidak dianggap mirip, padahal idemu sendiri belum tentu ada? Mesin itu hanya membaca teks, tapi Allah membaca niat. Tulislah substansi, meski dunia bilang itu sederhana!"

Sejak hari itu, saya sadar: Prof. Ahda adalah standar baru bagi intelektual masa depan.


Bab 2: Algoritma Keberkahan: Mengapa IT Harus Pulang ke Desa?

Banyak orang IT bermimpi kerja di Silicon Valley. Prof. Ahda justru sebaliknya. Beliau membangun "Server di Atas Sawah". Bagi beliau, setiap baris kode koding harus sejalan dengan denyut nadi masyarakat.

"Koding itu ibarat doa, Bah," ujar Prof. Ahda suatu sore. "Kalau inputnya jujur, prosesnya ikhlas, maka outputnya adalah kemaslahatan. Buat apa bikin aplikasi canggih kalau cuma buat nipu orang? Itu koding yang nggak punya sanad!"

Di buku ini, saya akan membocorkan bagaimana Prof. Ahda mengajarkan saya cara mengelola blog bukan sekadar untuk mengejar traffic, tapi untuk membangun pangkalan ilmu yang abadi.


Bab 3: Melawan Berhala Administrasi: Pesan Prof. Ahda untuk Para Pejuang Gelar

Ini adalah bab yang mungkin akan membuat telinga sebagian pejabat kampus memerah. Prof. Ahda punya pandangan tajam tentang pendidikan kita.

"Gelar itu cuma 'metadata', Bah. Penting untuk pengarsipan, tapi bukan penentu kualitas file," cetus beliau. Beliau menantang siapa pun yang punya gelar profesor administratif untuk adu substansi dalam membangun kemandirian digital masyarakat.

Beliau membuktikan bahwa dengan Bahasa Inggris seadanya (plus kamus setia) dan Nahwu level SMA, kita bisa mengguncang dunia asalkan punya Mentalitas Eksekutor.


Bab 4: Strategi "Cuan Jalur Langit" ala Prof. Ahda

Bagaimana Prof. Ahda mendapatkan Dollar tanpa harus kehilangan jati diri sebagai orang Sunda yang religius? Jawabannya ada pada High-Value Content.

Prof. Ahda tidak menyuruh kita manipulasi iklan (takut empunya marah, katanya, wkwk). Beliau mengajarkan kita membangun konten yang sangat dicari orang sehingga cuan itu hadir dengan rasa terima kasih. Itulah cuan yang berkah.


Bab 5: Warisan Kuda dan Jalur Kabel Optik

"Banyak orang mengira Prof. Ahda lahir di laboratorium komputer. Mereka salah. Beliau lahir dari debu jalanan setapak, dari derap langkah kuda beban milik ayahnya.

Dulu, ayah beliau adalah pionir logistik di desanya. Membawa barang dagangan menembus hutan dengan kuda, satu-satunya alat transportasi yang sanggup menaklukkan medan saat itu. Namun, sebuah pengkhianatan dari orang terdekat menghancurkan segalanya. Kuda-kuda itu hilang, toko itu tutup, tapi satu hal yang tidak hilang: Mentalitas Pionir.

Prof. Ahda sering berkata kepada saya: 'Bah, dulu bapak saya pakai kuda untuk menyambung hidup orang banyak. Sekarang kita pakai internet. Alatnya boleh beda, tapi semangatnya harus sama: Antarkan manfaat sampai ke pintu rumah orang! Dan ingat, jangan pernah titipkan amanahmu pada orang yang tidak punya integritas, atau kudamu akan hilang lagi.'

Itulah sebabnya Prof. Ahda sangat selektif soal 'isi' daripada 'bungkus'. Beliau tahu rasanya punya aset besar tapi hancur karena isinya (pengelolanya) keropos."

"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi

No comments:

Post a Comment