BAB 13: Stealth Sharia
(Syariat Tanpa Label: Menyusupkan Hakikat di Balik Fungsi)
Dalam dunia akademik yang penuh dengan simbol dan akreditasi, saya sering bertemu dengan para Profesor yang membawa aura syeikh. Ramah, islami, dan berwibawa. Suatu kali, seorang Asesor bercerita tentang kebijakannya memisahkan mahasiswa dan mahasiswi di kelas. Beliau melakukan itu bukan dengan ceramah dalil, tapi dengan pendekatan manajemen kelas.
Mendengar itu, nalar arsitek saya langsung "nyetrum". Saya melihat sebuah strategi besar yang selama ini saya impikan.
1. Nilai Sebelum Label
Saya bilang ke Prof tersebut: "Keren, Prof! Inilah mimpi saya." Bagi saya, mengenalkan Islam itu tidak perlu terburu-buru mengibarkan bendera "Syariah" atau label "Islami". Jika kita terlalu dini memasang label, orang akan patuh karena tekanan sosial atau ketakutan dibilang "tidak islami". Itu bukan kepatuhan nalar, itu Kepatuhan Zombi.
Saya ingin kita menerapkan Nilai-Nilai Islam (seperti ketertiban, kebersihan, pemisahan ruang yang nyaman, integritas) dalam sebuah sistem yang fungsional dan keren. Biarkan orang-orang menikmati betapa hebat dan nyamannya sistem tersebut. Lalu, saat mereka bertanya-tanya, "Kenapa sistem ini keren banget? Siapa arsiteknya?", saat itulah mereka akan menemukan jawabannya: "Oh, ternyata ini adalah Islam."
2. Manggut-manggut yang Misterius
Sang Profesor manggut-manggut sambil mengelus jenggot panjangnya. Tapi saya hanya tersenyum dalam hati. Saya tidak yakin beliau paham maksud saya seutuhnya. Mungkin beliau hanya melihat "pemisahan kelas" sebagai aturan moral, sementara saya melihatnya sebagai "Branding Hakikat".
Islam itu ibarat struktur bangunan yang sangat kokoh. Kita tidak perlu terus-menerus teriak bahwa bangunan ini kuat; biarkan orang tinggal di dalamnya, merasa aman dari badai, lalu biarkan mereka sadar sendiri bahwa beton yang kita gunakan adalah beton iman yang tak tertandingi.
Kesimpulan Nalar:
Jangan jadi penjual label yang isinya kosong. Jadilah arsitek nilai yang karyanya bicara sendiri. Dakwah yang paling dahsyat bukan melalui mikrofon yang berisik, tapi melalui Sistem yang Unggul.
Islam adalah solusi, maka tunjukkan solusinya dulu, baru beri tahu namanya.
**
Kembali ke Daftar Isi Ahda
|
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
|
|
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi |
|
|
No comments:
Post a Comment