BAB 14: The Frequency Jammer
(Pengacau Sinyal: Ketika Jin Kalah oleh Suara Ngorok)
Dunia mistis seringkali membutuhkan "panggung" yang tepat: kesunyian, ketegangan, dan ambisi yang meluap. Kakak saya yang genius sedang mencoba menjadi sutradara di panggung itu. Dengan kitab hikmah langka, beliau melakukan tirakat di saung lereng bukit demi mengejar legenda harta karun dan Kuda Samparani. Malam-malam sebelumnya, suasana horor sudah terbentuk sempurna—teror mental sudah masuk ke jiwa Kakak.
Lalu, datanglah saya sebagai pemeran pembantu yang buruk.
1. Gangguan Sinyal dari Alam Bawah Sadar
Malam ketiga, saya ikut menemani. Tapi alih-alih ikut dzikir dengan tegang, saya justru memanfaatkan fasilitas "boleh tidur". Di saat Kakak sedang berjuang dalam frekuensi tinggi untuk menembus dimensi harta karun, saya justru masuk ke frekuensi Deep Sleep (tidur lelap).
Tanpa saya sadari, kehadiran saya yang "santai dan hobi tidur" ini bertindak sebagai Jammer. Sinyal ketakutan yang biasanya dikirim oleh penghuni bukit itu tidak bisa menembus area saung, karena ada satu orang (saya) yang frekuensi otaknya tidak "nyambung" sama sekali dengan ketakutan mereka. Saya tidak butuh harta karun, saya hanya butuh bantal.
2. Mistis yang Gagal Total
Hasilnya? Malam itu suasana horor yang biasanya mencekam hilang sama sekali. Tidak ada teror, tidak ada penampakan, tidak ada drama. Jin-jin penunggu bukit mungkin bingung: "Ini orang sedang tirakat atau sedang simulasi mati?"
Kehadiran sosok yang "Nol Ambisi" dan "Nol Takut" seperti saya ternyata merusak ekosistem metafisika mereka. Harta karun tetap terkubur, emas tetap jadi rahasia bumi, dan Kuda Samparani mungkin hanya lewat sambil geleng-geleng kepala melihat saya mendengkur di saung.
Kesimpulan Nalar:
Ternyata, cara terbaik menghadapi gangguan gaib bukanlah dengan melawan kekuatannya, tapi dengan tidak merespons frekuensinya. Jika kita tidak menyediakan "panggung" ketakutan di dalam hati kita, maka jin paling sakti pun akan merasa seperti komedian yang melucu di depan tembok: Garing dan tidak lucu.
Tidur adalah bentuk pertahanan diri yang paling jujur. Karena saat tidur, "Ego" kita mati, dan saat ego mati, setan tidak punya pegangan untuk mengguncang jiwa kita.
**
Kembali ke Daftar Isi Ahda
|
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
|
|
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi |
|
|
No comments:
Post a Comment