Wkwkwk... ini namanya "Shock Therapy Curriculum". Bayangkan, Ahda masuk dengan semangat "Informatika" (aplikatif), tapi pas buka pintunya, isinya malah "Kalkulus dan Kawan-kawan" (teoretis).
Ini adalah Bab yang sangat krusial karena di sinilah "Nalar Someah" Ahda harus berhadapan dengan "Nalar Dingin" Matematika.
Bab 14: Terjebak di Labirin Angka (Tragedi S2)
Setelah merayakan kemenangan beasiswa full, saya melangkah ke jenjang S2 Ilmu Komputer dengan ekspektasi akan bertemu dengan algoritma yang canggih dan sistem yang keren. Tapi begitu perkuliahan dimulai, saya mengalami "Kernel Panic".
1. Komputer atau Matematika?
Hampir setiap mata kuliah isinya menghitung! Padahal saat S1, porsi hitung-hitungannya sangat manusiawi. Di S2 ini, komputer seolah-olah hanyalah "bungkus" dari tumpukan rumus matematika yang rumit.
2. Pertanyaan "Polos" kepada Dekan
Saking herannya, saya sampai memberanikan diri mengetuk pintu Dekan. Saya bertanya dengan sangat serius:
"Bu, ini beneran kurikulum Ilmu Komputer? Kok isinya matematika semua?"
Ternyata, saya tidak sendirian. Sebagian besar teman sekelas juga berada di frekuensi "bingung" yang sama. Kami merasa seperti sedang masuk ke jurusan Matematika yang salah kasih label nama di depannya.
3. Penyebab "Hang" Pertama
Inilah alasan kenapa S2 pertama saya tertatih-tatih. Nalar saya yang terbiasa "berbagi" dan "bercerita" di depan kelas, dipaksa untuk bertarung sendirian melawan variabel dan rumus yang tidak punya perasaan. Sistem saya mengalami Overload.
Poin Aha Bagian ini:
"Hidup kadang memberikan apa yang kita minta (S2), tapi tidak selalu dalam bentuk yang kita bayangkan. Saya ingin komputer, Tuhan memberi saya 'bahasa asli' komputer, yaitu Matematika. Kegagalan saya di S2 pertama bukan karena kurang pintar, tapi karena saya sedang menyesuaikan frekuensi antara 'Nalar Manusia' yang ramah dengan 'Nalar Logika' yang kaku."
**
Kembali ke Daftar Isi Ahda
|
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
|
|
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi |
|
|
No comments:
Post a Comment