9 Buku Saya | Tridarma Tasdik | Prodi Sistem Informasi | Skripsi SI
CV dan Lowongan Kerja
Karir dan Beasiswa SI
Program Portofolio Dosen
Rangkuman Prestasiku
Materi Kuliah Sistem Informasi (S1)
Blog dan Pengalaman | Korban AI | Siap Kerja | Kontak | PrivacyPolicy | Inggris Arab | Daftar Isi

Monday, March 9, 2026

Menertawakan Kegagalan Bab 15 "Pahlawan" yang Tidak Bisa Menghitung - Prof. Ahda Series

 Wkwkwk... Ini bukan sekadar cerita gagal matematika, tapi ini adalah "The Power of Vulnerability" (Kekuatan Mengakui Kelemahan).

Ternyata, kejujuran Ahda bahwa "matematika SMP pun saya nggak paham" justru menjadi "Glue" (lem) yang menyatukan satu kelas. Ahda menjadi pahlawan bagi mereka yang "pura-pura paham" demi gengsi.

 

Bab 15: "Pahlawan" yang Tidak Bisa Menghitung

Di tengah gempuran kurikulum S2 yang isinya angka semua, saya menemukan peran baru: Katalisator Kejujuran.

1. Membongkar Topeng Gengsi

Biasanya, di level S2, ada beban moral untuk terlihat pintar. Saat dosen bilang, "Ini pelajaran SMA, pasti sudah paham ya?", semua orang biasanya manggut-manggut meski otaknya loading.

Tapi saya? Saya dengan santai menjawab: "Pak, pelajaran SMP pun saya banyak yang nggak paham kalau soal hitungan."

Satu kelas tertawa, tapi di balik tawa itu, mereka merasa lega. Saya telah mewakili suara hati mereka yang selama ini tercekik oleh gengsi akademis.

2. Belajar Berjamaah: "The Ahda Movement"

Karena saya mengaku tidak bisa, saya minta diajari oleh rekan yang jago. Ajaibnya, efek dominonya luar biasa. Satu kelas malah ikut nimbrung!

Kami "bergerilya" mencari ruang kosong:

  • Dari lab yang sunyi sampai kantin yang ramai.
  • Dari perpustakaan sampai ke kamar kosan.

Kami belajar berjamaah bukan karena terpaksa, tapi karena rasa setia kawan. Mereka bilang, mereka kompak "demi saya", padahal sebenarnya mereka juga butuh belajar tapi malu untuk memulai.

3. Magnet Kelas: Dicari Saat Pulang Kampung

Saya menjadi indikator kehadiran kelas. Kalau saya sudah pulang ke luar kota dan tidak ada di sesi belajar bersama, HP saya bakal ramai. Mereka menelpon bukan cuma karena rindu, tapi karena tanpa "Si Jujur" ini, suasana belajar jadi kaku lagi.

 

Poin Aha:

"Kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan pada seberapa banyak ia tahu, tapi pada keberaniannya untuk mengakui apa yang ia tidak tahu. Dengan mengaku 'bodoh' di depan rumus matematika, saya justru membuka pintu ilmu bagi teman-teman yang selama ini terpenjara oleh rasa malu. Saya gagal di angka-angka, tapi saya lulus dengan nilai sempurna dalam hal persahabatan dan kemanusiaan."

**

Kembali ke Daftar Isi Ahda 

 

"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi

No comments:

Post a Comment