Pembukaan:
Di zaman sekarang, banyak orang yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan cuan cepat. Mulai dari mengurangi timbangan, menyembunyikan cacat produk, sampai memanipulasi data demi keuntungan pribadi. Mereka merasa sangat cerdas karena bisa mengelabui konsumen dan meraup untung besar dalam waktu singkat.
Tapi anehnya, banyak dari mereka yang meskipun uangnya banyak, hidupnya tidak pernah tenang. Keluarganya tidak harmonis atau uangnya habis begitu saja untuk hal-hal yang tidak jelas. Kenapa bisa begitu? Ternyata, Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin (khususnya pada bab adab mencari nafkah dan transaksi) sudah membedah "algoritma" ini secara mendalam!
Isi (Perspektif Sistem Informasi ala Prof Ahda):
Dalam dunia Sistem Informasi (SI), ada hukum baku yang berbunyi GIGO (Garbage In, Garbage Out). Artinya, jika kita memasukkan data sampah atau data yang rusak ke dalam sistem, maka output yang dihasilkan oleh sistem tersebut juga pasti akan rusak atau error!
Nah, mari kita bedah bagaimana hukum GIGO ini bekerja dalam sistem rezeki kita menggunakan kacamata Al-Ghazali:
'Input' Rezeki yang Rusak: Al-Ghazali menekankan pentingnya kejujuran dalam berdagang. Ketika seseorang mencari cuan dengan cara menipu atau tidak jujur, dia sebenarnya sedang memasukkan "data rusak" (garbage data) ke dalam sistem hidupnya.
'Crash' Sistem Keberkahan: Di dalam kodingan rezeki dari Tuhan, ada variabel yang namanya "Berkah". Berkah itu ibarat anti-virus yang membuat sistem hidup kita berjalan stabil meskipun uangnya pas-pasan. Ketika rezeki yang masuk tidak halal, variabel berkah ini otomatis bernilai nol! Akibatnya? Sistem hidupnya rentan terkena virus kecemasan, ketidakpuangan dan stres yang berujung pada kerusakan sistem (crash) kebahagiaan keluarga.
Membangun 'Clean Code' (Kode Bersih) dalam Bisnis: Al-Ghazali mengajarkan para pedagang untuk berbisnis dengan transparan. Menjelaskan cacat barang dengan jujur adalah wujud dari penulisan kode yang bersih (clean code). Keuntungannya mungkin terlihat lebih kecil di awal, tapi sistemnya akan berjalan sangat stabil dalam jangka panjang karena dipercaya oleh pengguna (konsumen).
Penutup:
Cuan yang banyak tanpa keberkahan hanyalah angka-angka kosong yang membebani memori jiwa. Al-Ghazali mengingatkan kita untuk mengutamakan keselamatan sistem akhirat dan ketenangan jiwa di atas keuntungan duniawi yang sesaat.
Mari kita introspeksi: Apakah dalam menjemput rezeki hari ini kita sudah menggunakan algoritma yang jujur, atau masih hobi menyisipkan script curang demi keuntungan pribadi?
**
Kembali ke Daftar Isi Perspektif Prof. Ahda
|
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via YouTube: @katabahcom."
|
|
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi |
|
|
No comments:
Post a Comment