Bismillah...
Melalui tulisan ini, saya mulai menulis isi Ihya Ulumuddin karya besar Imam Al-Ghazali berdasarkan Perspektif Prof. Ahda
Pembukaan
Banyak orang di era digital sekarang yang gajinya sudah dua digit, tapi di akhir bulan tetap saja mengeluh tidak punya uang. Di sisi lain, ada orang yang penghasilannya biasa saja, tapi hidupnya tenang, anaknya bahagia, bahkan masih bisa berbagi ke tetangga. Kenapa bisa begitu?
Ternyata, ratusan tahun lalu, Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin sudah mendeteksi bug sistem ini. Beliau membahasnya dalam bab penyakit hati bernama Hubbud Dunya (Cinta Dunia).
Perspektif Sistem Informasi ala Prof Ahda
Kalau kita bedah menggunakan ilmu Sistem Informasi (SI), manusia yang selalu merasa kurang duit itu sebenarnya sedang mengalami "Memory Leak" (Kebocoran Memori) pada sistem rasa bersyukurnya.
Input Data yang Salah: Mereka menganggap kebahagiaan itu adalah Input (Seberapa banyak uang yang masuk). Padahal menurut Al-Ghazali, kebahagiaan itu adalah masalah Processing (Seberapa pandai hati kita mengelola apa yang ada).
Infinite Loop (Lingkaran Setan): Orang yang diperbudak nafsu dunia itu ibarat program yang terjebak dalam infinite loop. Dapat 1 juta pengen 2 juta, dapat 2 juta pengen 5 juta. Sistemnya tidak pernah berhenti (break), akibatnya mesin jiwanya overheat (stres dan cemas).
Solusi "Defrag" Al-Ghazali: Al-Ghazali mengajarkan kita untuk membatasi keinginan dan memperbanyak rasa cukup (qana'ah). Dalam bahasa SI, ini namanya mengoptimalkan resource yang ada agar memori jiwa kita tidak habis terpakai hanya untuk memikirkan hal-hal yang belum tentu kita butuhkan.
Penutup
Jadi, kalau hari ini Anda masih merasa kurang duit padahal fisik sehat dan makan masih bisa tiga kali sehari, mungkin bukan dompet Anda yang kurang isinya. Tapi hati Anda yang butuh di-restart ulang menggunakan sistem operasi rasa syukur.
**
|
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
|
|
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi |
|
|
No comments:
Post a Comment