Rp50.000 dari Katabah Hot | Excel Dasar | IF | VLookup | Pernik | Macro | Unik-Aneh | PrivacyPolicy | Download | Topik Lain

Saturday, April 6, 2013

Manfaat Silabus


Manfaat Silabus


Istilah silabus sudah sangat dikenal oleh mahasiswa jurusan kependidikan, guru atau pun dosen. Manfaat silabus adalah untuk dijadikan sebagai pedoman dalam pengembangan pembelajaran (Majid hlm. 40). Yang sangat praktis dan sering dibuat oleh guru adalah Rencana Perencanaan Pembelajaran (RPP). Silabus dibuat dalam rentang waktu satu semester atau satu tahun, sedangkan RPP untuk setiap pertemuan.


Walaupun sudah menjadi barang biasa yang sering dilihat bahkan dimiliki oleh seorang guru, silabus masih menjadi arsip kemalasan untuk sebagian guru. Ada guru yang tidak mau membuatnya karena dirasa repot, maka ia menggunakan silabus yang sudah ada atau buatan orang lain. ada juga guru yang mampu dan mau membuatnya, tapi ketika ngajar tidak mau menggunakannya dengan alasan kegiatan pembelajaran itu kondisional alias tergantung kondisi kelas. Entah mana yang sebenarnya terbaik, yang jelas cara yang bagus adalah cara yang dapat mengantarkan peserta didik sukses dalam proses pembelajarannya.

Secara sederhana, silabus biasanya memuat beberapa komponen pembelajaran yang dapat di-search pada blog ini. Yang sering digunakan dari silabus adalah materi pokok. Komponen ini sangat membantu guru untuk menentukan topik pembahasan pengajaran pada tiap pertemuannya.

Untuk lebih memastikan guru dapat menyampaikan materi pokok pelajaran, maka dapat memanfaatkan RPP. Walaupun RPP ini banyak membuat guru malas membuatnya, tapi ia berperan memastikan guru dapat menyampaikan materi pelajaran secara sistematis dan tidak ada yang tertinggal. Misalnya bagaimana mengawali pengajarannya (seperti salam), apa materi pokoknya, apa topik khususnya, bagaimana sub topiknya, bagaimana latihannya, dan bagaimana cara menutup pertemuan kelasnya (salam penutup).

Jadi, silabus itu sangat bermanfaat bagi guru untuk melihat apa materi minimal yang harus diajarkan dan apa materi terakhir yang harus diajarkan. Dalam prakteknya, apabila peserta didik memungkin memahami materi yang lebih tinggi dibandingkan yang ada di silabus, boleh-boleh saja diberikan. Satu lagi, walaupun masih controversial, guru harus pandai melihat situasi kelas, jangan sampai komunikasi guru terlalu kaku karena terlalu berorientasi pada silabus. Misal, apabila di pertemuan 3 banyak peserta didik tidak memahami materi pokok yang sudah ditetapkan pada silabus dan RPP untuk pertemuan 3, maka usahakanlah membuat peserta didik paham dulu, walaupun harus menunda sebagian materi pelajaran untuk dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya.



Sponsor:
Rp50.000 per Artikel, Dibayar Via Bank

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment