Ekspresi | Belajar HTML dan PHP | Sunda | Kontak | Gmail | Uang Adsense
Kuliah Sistem Informasi,
PMB Online STMIK Jabar 2020
STMIK JABAR
LP3I Tasikmalaya
STAI Al-Falah
Belajar Pemrograman PHP, MySQL, Framework CI, Domain, Hosting dan CMS Wordpress
Inkubator | Daftar Isi | Bisnis Bitcoin | Tools Penting | PrivacyPolicy | Inggris Arab

Monday, June 2, 2014

Apa Manfaat Belajar Bahasa Arab Ketika Belajar al-Quran


Sebenarnya saya kurang tepat memberikan penjelasan tentang judul di atas karena sebaiknya dijelaskan oleh orang yang sangat memahami al-Quran dan bahasa Arab. Namun tulisan ini hanya sebagai motivasi bahwa manfaat bahasa Arab itu sangat terasa ketika kita mempelajari al-Quran.

Mohon koreksi kalau saya salah ya….

Ini contoh praktisnya:
Dalam surat al-Fatihah, kita membaca ayat pertamanya “Bismillaahirrahmaanirrahiim.” Agar lebih mudah lagi, saya ambil saja “Bismillaahi” saja. Kan ungkapan ini sudah sangat sering kita ucapkan dalam kehidupan sehari-hari ya…
بِسْمِ اللهِ


Dari kata “Bismillah” di atas, mari kita perhatikan pertanyaan berikut ini:
1.      Kenapa dibaca “Bismi”, bukan “Bisma”, bukan pula “Bismu”?
Jawaban saya: Karena diawali dengan “bi”. Dalam tata bahasa Arab, “bi” adalah huruf jar. Dalam kalimat sederhana, huruf jar itu biasanya mengharuskan isim setelahnya berharakat kasrah.

Jadi “Bismi” itu berasal dari dua kata “bi” dan “ismun”.

2.      Kenapa “Bismillahi”, bukan “Bismillaha” atau “Bismillahu”?
Jawaban saya:
Karena “Bismillahi” itu berasal dari “bi” + “ismun” + “Allahu”
Nah, kalau “ismun” digabungkan dengan “Allahu”, maka hasilnya “ismullahi”.

Kenapa bukan “ismullaha” atau “ismullahu”?
Karena “ismullahi” memiliki kata yang dilesapkan atau disembunyikan. Kalau dibuka kalimat seutuhnya adalah “ismun” (nama) + “li” (milik) + “Allahu” (Allah)

Kita ingat bahwa “li” adalah salah satu huruf jar seperti “bi”, maka kata benda setelahnya harus kasrah, kan? Jadi, “lillahi”.

Kemudian digabungkan menjadi “Bismillahi”.

3.      Apa manfaatnya kita mengkaji al-Quran berdasarkan tata bahasa Arab?
Saya teringat dulu, ada seorang dosen yang jago dalam bahasa Indonesia. Beliau mengatakan: “Walaupun saya tidak memahami bahasa Arab, tapi saya bisa memahami al-Quran dengan kemampuan bahasa Indonesia karena sekarang sudah ada terjemahan al-Quran.”

Karena beliau orangnya tidak anti kritik, kemudian saya bertanya:
“Maaf Pak, terjemahan dari ‘Bismillahi’ itu ‘Dengan menyebut nama Allah’ atau ‘Dengan nama Allah’?

Sang dosen menjawab: “Ah, sama saja Mas.”

Saya: “Beda dong, Pak. Misal, ketika diucapkan di setiap awal pekerjaan. Kalau ‘dengan menyebut nama Allah’ itu berarti kita cukup menyebut nama Allah saja, dengan hati atau hanya di lidah itu tidak masalah. Tapi kalau ‘dengan nama Allah’ itu menunjukkan bahwa semua yang kita lakukan itu pasti tidak terlepas dari kekuasaan Allah, pemikiran kita dan tindakan kita semuanya digerakkan oleh Allah.”

Walaupun sang dosen tidak mengakui kelemahannya bahwa dengan kemampuan bahasa Indonesia saja kita tidak cukup memahami al-Quran, tapi wajahnya sudah menunjukkan kekagumana terhadap pemikiran saya di atas. Terlepas benar atau tidak pendapat saya tersebut.

Kan begini rinciannya:
Bi = dengan, Ismun = nama, Allahu = Allah

Jadi, “Bismillahi” artinya “Dengan nama Allah”. Berarti “Dengan menyebut nama Allah itu” merupakan terjemahan secara istilah (berdasarkan penafsiran), bukan harfiah.  Sementara itu, sebuah penafsiran bisa saja tepat, kurang tepat, bahkan membutuhkan perbaikan.

“Saya tidak bermaksud menyalahkan terjemahan ‘Dengan menyebut nama Allah itu’. Namun khusus untuk saya sendiri, makna ‘Dengan nama Allah’ itu terasa lebih mendalam.”

Keren kan peran bahasa Arab terhadap al-Quran itu? Apalagi katanya ketika kita sudah memahami tafsir al-Quran berdasarkan ilmu nahwu (tata bahasa Arab), banyak yang terasa salah menurut tata bahasa pada umumnya, padahal tidak mungkin al-Quran salah tata bahasa, kan? Maka salah satu jawabannya adalah kita harus tahu kata apa yang dilesapkan pada suatu ayat yang kita anggap aneh.

Begitulah keunikan bahasa Arab sebagai bahasa al-Quran yang agung. Apabila ada kekeliruan pada pembahasan di atas, mohon koreksinya ya…! J


"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di WA dan FB Gratis!

No comments:

Post a Comment