Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Friday, May 27, 2016

Pesta Jin di Kubang Entoy



Hello Katabah!
Beberapa tahun yang lalu, saya mendapatkan kabar bahwa teman kecilku meninggal karena tenggelam di Kubang Entoy. Kubang adalah kolam besar yang terbentuk secara alamiah dan biasanya jarang kering walaupun di musim kemarau.


Sementara Entoy adalah nama pemilik kubang tersebut. Sebenarnya saya juga kenal dengan Aki Entoy karena pada saat kecil beliau bekerja di proyek penggalian batu alam di lokasi milik ayahku.

Banyak warga berbondong-bondong mengunjungi Kubang Entoy setelah mendengar kabar seorang anak tenggelam di sana. Jalan kampung yang biasa sepi sesaat itu juga ramai dengan lalu-lalang orang karena korban baru ditemukan setelah 3 hari dari waktu kejadian.

Beberapa ahli menyelami kubang yang berada di Garut Selatan tersebut, tapi tidak satu pun yang berhasil menemukan korban karena titik yang diduga tempat tenggelamnya korban airnya berputar dan di bawahnya ada terdiri lubang batu yang cukup membuat nyali para penyelam ciut.

Untung saja ada seorang pensiunan polisi. Beliau memang dikenal sebagai sesepuh yang biasa membantu menemukan orang yang tenggelam di sungai sejak saya masih usia SD. Korban pun ditemukan.

Teman renang korban bercerita bahwa saat korban tenggelam, ia pun sudah berusaha menyelamatkan dengan menariknya. Akan tetapi, ia melepaskan tangan korban ketika ada tarikan kuat dari dalam air yang membuat korban tenggelam lebih dalam.

Warga pun ada yang bercerita bahwa sebelum kejadian, tengah malam ada tetabuhan yang terdengar berasal dari Kubang Entoy. Suara gamelan bertabuhan seperti sebuah hajatan. “Mungkinkah mereka para jin sedang menyambut calon korban?” kata warga berbisik-bisik.

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...