Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Saturday, June 4, 2016

Gugat Cerai Mahal, Kenapa ya?



Hello Katabah!
Saya sedang berencana mengurus gugat cerai saudara yang ditinggal oleh suaminya. Setelah bertahun-tahun tidak dinafkahi, suaminya tidak kembali lagi ke rumah hingga saat ini (sudah lebih 10 tahun). Ternyata mahal juga ya…?


Ada informasi bahwa gugat cerai yang diajukan isteri harus membayar Rp 2 jutaan. Kenapa bisa begitu ya…?

Bukankah isteri itu sudah menderita karena sudah tidak dinafkahi oleh suaminya. Sekarang mau cerai, malah harus membayar pemerintah.

Menurut saya, yang benar itu pemerintah memberikan santunan kepada calon janda. Masa bisa terbalik ya…?

Saya menduga ada yang tidak beres nih. Apakah tidak beres di peraturannya atau bisa juga ada oknum yang bermain di “jalanan”.

Nanti, saya harus membaca dulu peraturan gugat cerai. Kalau benar-benar sang isteri wajib membayar 2 juta, maka patut dipertanyakan kepada Kementerian Agama.

Padahal tanpa membayar 2 juta juga, si calon janda sudah harus mengeluarkan uang ongkos karena harus bolak-balik ke pengadilan:
Pertama: Isteri daftar gugat cerai
Kedua: Isteri dan suami dinasehati pengadilan agar tidak cerai
Ketiga: Barulah jatuh cerai, jika tetap mau cerai.

Tiga kali ke pengadilan yang jaraknya 2 jam, maka sudah cukup menyita orang-orang miskin yang mau cerai. Jika ongkos satu jalan Rp 25.000, maka satu kali pengadilan Rp 50.000. Belum lagi kalau ingin beli minum atau makanan karena lama menunggu antrian.

Rp 50.000 untuk satu kali ke pengadilan. Jika 3 kali pengadilan berarti harus mengeluarkan Rp 50.000 x 3 hari = Rp 150.000.

Ah angka Rp 150.000 kecil…! Memang kecil, tapi usaha yang ditinggalkannya, bung…..! Contoh saja, seorang isteri biasa berjualan. Selama tiga hari ia harus meninggalkan jualannya. Dari mana mereka makan coba? Ini harus jadi pertimbangan pemerintah, terutama yang mengurusi gugat cerai. Please deh ah…!

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...