Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
Investasi BTC Penghasilan Tambahan Modal Rp 5.000an
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Sunday, August 21, 2016

Negara Islam Yang Benar-Benar Islam Saat Ini?



Hello Katabah!
Berawal dari obrolan tentang berkebun, Abah dan kakak sampai ngobrol tentang negara Islam masa kini segala. Abah merasa kesulitan melihat contoh negara yang benar-benar menerapkan ajaran Islam.


Apakah Arab Saudi?
Abah belum pernah mendengar kehebatan Arab Saudi dalam menjalin hubungan internasional dengan bangsa-bangsa lain. Bahkan dengan Indonesia saja yang tereskpos malah kasus kekerasan pada TKI.

Kakak sepakat bahwa banyak orang Arab saat ini hidup kurang bekerja keras karena sudah bergelimang harta. Tapi harus diingat bahwa bangsa Arab sudah bekerja keras dan berpikir cerdas serta menanam pohon sabar sejak bertahun-tahun yang lalu (paling tidak, sejak Nabi Muhammad saw).

Apakah Iran?
Dilihat dari segi kekuatan militer, Iran menjadi salah satu negara yang cukup sering menghiasi halaman berita. Lalu, apa kontribusi Iran terhadap Indonesia atau negara-negara di dunia? Bukankah Indonesia rekan bisnisnya itu Amerika, Jepang dan China?

Mesir?
Ah, Abah hampa sekali dari informasi tentang kontribusi Mesir untuk dunia. Kalau dikatakan tidak ada, Abah takut kurang baca.

Menurut kakak, Pakistan menjadi negara yang benar-benar menerapkan Islam Madinah. Setahu Abah, sistem pemerintahan Madinah di masa Nabi Muhammad memang selalu menjadi rujukan contoh pemerintahan Islam yang sebenarnya.

Walaupun demikian, Abah tidak begitu saja mudah percaya. Bukan tidak percaya atas kehebatan Madinah di masa Rasulullah, tapi Abah agak ragu terhadap para tokoh Islam saat ini ketika ‘menafsirkan’ jejak langkah kesuksesan Madinah.

Apa kabar Madinah di mata Abah saat ini?
Banyak orang berduyun-duyun untuk haji dan umrah dan menyempatkan mampir ke Madinah. Tapi apa perubahan mereka setelah pulang dari Madinah? Abah belum merasakan perubahan sikap dan tindakan Islami dari mereka. Entah Abah yang tak berperasaan, entah mereka yang memang tidak berubah? Ha..ha..

Buktinya, yang terdengar ketika ingin berkunjung ke Madinah apa? Ingin berjiarah ke makam Nabi dan beribadah shalat di mesjid Nabawi. Apakah hanya seperti itu proses Islamisasi dari Madinah? Kenapa jarang yang berbicara tentang kehebatan orang Madinah dalam menjalankan roda pemerintahan di masa Piagam Madinah tempo dulu ya?

Nah, itulah sepenggal keraguan Abah terhadap Islamisasi dari Madinah.

Lalu, keberhasilan Pakistan di mana?
Militernya memang sedang mengalami kemajuan pesat. Bahkan ada yang memprediksi Pakistan akan menjadi negara Muslim lebih besar dari Indonesia pada tahun 2030. Akan tetapi, kemiskinan dan kesehatan masih menjadi masalah besar di negeri tersebut. Bukankah Islam itu memberikan pedoman untuk kesejahteraan?

Bagi Abah, mayoritas Muslim di sebuah negara bukanlah satu-satunya kebanggaan mutlak karena jika isinya keropos sama saja tidak akan melebihi Islam Nusantara.

Abah sangat rindu terhadap negara yang penduduknya mayoritas Muslim dan memang isinya juga Islami.

Kalau begitu, mulailah dari diri sendiri. Yaaaa…kalau sudah ada jawaban seperti itu, buat apa Abah panjang-panjang curhat seperti di atas. Perubahan pada diri sendiri itu memang harus, tapi mengetahui perubahan dalam bentuk negara itu penting, jika mau jadi bangsa maju dan bangsa besar.

Read also:

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...

Iklan Baris Gratis
Tampilan lebih besar, klik di sini

No comments:

Post a Comment