Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Thursday, August 18, 2016

Peserta Tahfidh Cilik Dididik Mandiri



Hello Katabah!
Di mata Abah, jaman sekarang itu orang tua banyak yang salah kaprah dalam menunjukkan kasih sayang kepada anaknya. Mereka hampir selalu mengantar anak ke sekolahnya. Mereka hampir selalu membelikan keinginan anaknya walaupun kurang bermanfaat.


Akan tetapi, kebiasaan buruk tersebut tidak dilakukan oleh seorang guru bahasa Inggris yang puteranya menjadi salah satu peserta tahfidh Quran di desa Cisewu.

Anaknya asik lomba di aula kantor desa Cisewu, ayahnya asik di kebun Cengkeh. Hi..hi… Saat sang ayah pulang, kemudian menjemput puteranya di kantor kepala desa.

“Pa Guru, tadi putra na wanter sareng pinter. Sababaraha kali nyandak mic kanggo ngawaler pertarosan juri, padahal peserta nu sanes tos arageung.” Kata warga yang menyaksikan langsung.

Terjemahannya:
“Pak Guru, tadi putranya berani dan cerdas. Berkali-kali mengambil mic untuk menjawab pertanyaan dari juri.”

“He..he..” Tawa kecil itulah reaksi dari pak guru yang hobi berkebun di waktu senggangnya.

Pendidikan kemandirian seperti itu memang sudah biasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sang anak yang bernama Cendikia Nagara dibiarkan pulang jalan kaki bersama seorang temannya ketika masih duduk di kursi TK.

Begitu pula sekarang, Kia – sapaan Cendikia, biasa pulang sekolah dengan berjalan kaki dari SDN Cisewu 1, sedangkan berangkatnya kadang-kadang diantar ayah sambil berangkat mengajar di MAN Cisewu.

Semoga ini sedikit jadi inspirasi dalam mendidik anak. Biarkan anak menjadi mandiri selama ia bisa melakukannya. Kita harus ingat, orang tua dulu melepas anak untuk berjalan kaki jauh sekali hanya untuk menuju sekolah SD, apalagi SMP dan SMA.

Baca juga:

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...

Iklan Baris Gratis
Tampilan lebih besar, klik di sini

No comments:

Post a Comment