Ekspresi | Belajar HTML dan PHP | Sunda | Kontak | Gmail | Uang Adsense
Kemahasiswaan Kilas Santai
PMB Online STMIK Jabar 2021
STMIK JABAR
LP3I Tasikmalaya
STAI Al-Falah
Pengobatan Ruqyah
Belajar Pemrograman PHP, MySQL, Framework CI, Domain, Hosting, CMS Wordpress, Framework Laravel. Yang Penting ada menu DAFTAR ISI
Inkubator | Daftar Isi | Bisnis Bitcoin | Tools Penting | PrivacyPolicy | Inggris Arab

Friday, January 17, 2014

Pentingnya Tim Dalam Membangun Sebuah Blog Komunitas


Setelah bertambahnya para penulis dalam sebuah blog komunitas yang dibangun oleh personal, maka harus segera dipikirkan juga agar blog tersebut memiliki tim yang solid. Anggota tim sebaiknya bukan diambil dari keluarga atau asal kenal saja, tapi harus dilihat dari rekam jejaknya selama berkontribusi dalam blog tersebut.


Langkah di atas sedang menemani impian saya agar para penulis yang bergabung dan aktif sejak blog komunitas didirikan tidak dirugikan di masa kemajuan blog bersangkutan.

Seperti ini bayangan saya: kalau sebuah blog menerapkan sistem paid per view, maka bayaran tidak akan memandang apakah penulis senior atau bukan? Padahal saya menduga mungkin saja artikel penulis senior lebih sedikit pembacanya daripada penulis baru. Apakah penulis senior harus rela mengalah saja bayarannya jauh tertinggal oleh penulis baru?

Bagi pemilik blog, keputusan cepatnya memang begitu. Siapa yang artikelnya populer, maka dia yang mendapatkan bayaran besar. Akan tetapi, pemilik blog juga harus memikirkan perjuangan awal para penulis senior. Mereka berjuang sejak pengunjung terhitung puluhan per hari. Jadi, adilkah apabila penulis senior seolah ‘tertendang’ begitu saja oleh pendatang baru?

Memang salah satu keengganan pemilik blog memikirkan senioritas antara lain khawatir ada penulis senior yang menulis artikel asal-asalan, tapi bayaran ingin tinggi. Akan tetapi, kalau tidak ada penghargaan sama sekali untuk mereka (penulis senior), betapa teganya kita tidak melihat perjuangan mereka sejak blog berdiri.

Salah satu solusinya mungkin harus diterapkan standar honor. Tingkat senioritas juga harus dilakukan, misal 100 penulis terbanyak pertama, 100 penulis terbanyak kedua, dan seterusnya.

Jadi, standar bayaranpun akan berbeda antara kategori penulis pertama dan kedua. Adapun apabila penghasilan paid per view penulis bersangkutan di atas standar, maka yang dibayarkan adalah penghasilan paid per view-nya. Sistem ini mirip dengan UMR atau UMP.

Jadi, saya sedang memimpikan agar minimal 100 penulis kategori pertama mendapatkan standar tersebut. Tinggal kriterianya seperti apa? Apakah cukup dengan melihat jumlah artikelnya? Atau ada kriteria lain? Atau ada pendapat lain?

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di Telegram dan FB Gratis!
Youtube: Katabah Com: Menuju 1 jt Konten :)

4 comments:

  1. Wah, saya malah belom pernah terpikir ttg penulis tamu gitu.. hm, asyik juga ya kyknya

    ReplyDelete
  2. tentu semuanya kemudian kembali kepada kemampuan finansialnya dong, kang... hehehe.. dan bicara soal honor, apalagi di sini ada senioritas dan pemula, waduhhh cukup sensitif juga... bener kata kang Komar di atas, senioritas juga perlu dipertimbangkan kwalitas artikelnya juga... kalo dia tetap rajin ngpost, masih aktif layak dihargai juga mungkin dengan jalan dikasih bonus jangkanya berapa bulan...

    untuk rutinitas harian biarlah dipukul sama rata kayak member lainya...

    ReplyDelete