[BAGIAN 2]
Meniru Jejak "Tiga Raksasa": Kenapa Saya Nekat Membangun Katabah?
Oleh: Komarudin Tasdik
Dalam hidup ini, saya merasa menjadi orang yang paling beruntung sekaligus paling "terpukul". Bagaimana tidak? Saya dibesarkan dan disayangi oleh tiga orang laki-laki hebat yang semuanya punya satu kesamaan: Mereka adalah Pendiri Sekolah.
Ayah kandung saya, Ayah angkat pertama, dan Ayah angkat kedua saya—mereka bukan konglomerat dengan gedung pencakar langit. Tapi mereka adalah raksasa di mata saya karena berhasil membangun sekolah hampir dari titik nol demi anak-anak di kampung.
1. Ayah Kandung: Lulusan SD yang Menantang Dunia
Pernah ada yang meremehkan Ayah kandung saya, katanya: "Lulusan SD mana bisa bangun sekolah?" Tapi Ayah tidak diam. Beliau nekat datang ke kementerian di Jakarta untuk membuktikan bahwa niat baik tidak butuh ijazah tinggi untuk dimulai. Hasilnya? Sekolah itu berdiri.
Dari beliau saya belajar: Jangan pernah menyerah pada label atau ijazah. Kalau mampu, kenapa tidak?
2. Ayah Angkat: Kerja Keras Tanpa Batas
Ayah angkat saya mengajari saya bagaimana mengelola sekolah yang muridnya awalnya tidak sampai 20 orang. Dari beliau saya belajar cara lobi, cara mencari gaji untuk guru-guru, hingga etos kerja mobile man. Beliau adalah mentor nyata yang membentuk mental saya sebagai dosen sekaligus pengelola.
3. Kenapa Saya Malu?
Melihat prestasi ketiga ayah saya, jujur saya sering merasa KO (K.O). Mereka sudah berbuat banyak untuk masyarakat, sementara saya? Saya merasa belum ada apa-apanya.
Rasa malu itulah yang melahirkan Katabah Ecosystem.
Saya tidak ingin hanya menjadi dosen yang duduk manis. Saya ingin mengikuti jejak mereka dengan cara saya sendiri: Digital. Kalau mereka membangun sekolah dengan batu bata, saya ingin membangun "sekolah" dengan deretan artikel, video, dan sistem informasi.
Misi Saya Jelas:
Saya ingin cuan dari blog ini dan YouTube Katabahcom menjadi "batu bata" untuk beasiswa mahasiswa yang kurang mampu. Saya ingin membuktikan kepada tiga ayah saya, bahwa anak mereka sedang melanjutkan perjuangan mereka di jalur teknologi.
[PENUTUP UNTUK PEMBACA]
Terima kasih bagi Anda yang sudah setia membaca. Setiap detik Anda di sini membantu saya mendekati mimpi membangun Pesantren Mandiri berbasis Komputer dan Agrobisnis.
Jangan lupa tinggalkan senyum untuk orang lain hari ini, atau kalau ada rezeki lebih, sisihkan Rp 2.000 untuk 'bala-bala' mereka yang membutuhkan.
— Abah Katabah
Bagian 1:
Dari Tukang Servis CPU ke Calon Doktor Substantif: Rahasia 10 Tahun Membangun Katabah Tanpa Lupa Menjadi Manusia
|
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
|
|
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi |
|
|
No comments:
Post a Comment