9 Buku Saya | Tridarma Tasdik | Prodi Sistem Informasi | Skripsi SI
CV dan Lowongan Kerja
Karir dan Beasiswa SI
Program Portofolio Dosen
Rangkuman Prestasiku
Materi Kuliah Sistem Informasi (S1)
Blog dan Pengalaman | Korban AI | Siap Kerja | Kontak | PrivacyPolicy | Inggris Arab | Daftar Isi

Saturday, February 21, 2026

Manifesto Ahda Jilid 3 Bab 5 Ketika Jin "Kalah Spek" oleh Komputer

 

BAB 5: The Superiority of Human Reason
(Keunggulan Nalar Manusia: Ketika Jin "Kalah Spek" oleh Komputer)

Dalam dunia persilatan metafisika, banyak jin yang hobi "pamer" portofolio. Ada yang mengaku sakti, ada yang mengaku sudah hidup zaman Majapahit, bahkan ada yang sombong mengaku hafal surat-surat panjang di Al-Qur'an. Mereka ingin mengintimidasi manusia dengan "keunggulan data" mereka.

Tapi bagi saya, data tanpa nalar itu tidak ada artinya. Itu hanya tumpukan batu bata tanpa semen.

1. Jebakan "Hafalan" si Jin

Suatu hari, ada jin yang berlagak pinter. Dia pamer hafalan surat-surat panjang, seolah ingin bilang bahwa dia lebih "alim" dan lebih sakti dari saya. Dia pikir saya akan minder karena hafalan saya sering corrupt.

Saya lihat dia dengan tatapan dingin ala "The Silent Architect". Saya tidak balik mengadu hafalan. Saya cukup pakai satu "peluru" nalar yang sederhana namun menghancurkan harga diri metafisikanya.

2. Pertanyaan "Komputer" yang Mematikan

Saya tanya dia dengan nada santai: "Ah, kamu ini ternyata lemah sekali. Pamer hafalan tapi sebenarnya kuno. Coba jawab, apa itu artinya KOMPUTER?"

Seketika, "sinyal" si jin langsung drop. Dia yang tadinya gagah mengaku sakti, tiba-tiba lesu dan malu-malu. Kenapa? Karena dia sadar bahwa meskipun dia hidup ribuan tahun, dia tidak mengerti Esensi Perubahan. Dia hanya merekam suara, tapi tidak memahami makna kemajuan peradaban.

Dia bisa menghafal ayat tentang "pena" (Al-Qalam), tapi dia tidak tahu bagaimana manusia menggunakan "pena digital" untuk membangun dunia hari ini. Di hadapan nalar manusia yang terus berkembang, jin yang sombong itu ternyata cuma "perangkat keras" (hardware) jadul yang sudah ketinggalan zaman.

Kesimpulan Nalar:

Allah memerintahkan malaikat dan iblis untuk sujud kepada Adam bukan karena Adam lebih kuat secara fisik, tapi karena Adam diajarkan "Asmaa-ul-Husna"—nama-nama (logika, sains, dan esensi segala sesuatu).

Jin mungkin punya kecepatan, tapi manusia punya Akselerasi Nalar. Jika kita sudah paham esensi kemanusiaan kita sebagai makhluk berpikir, maka jin sesakti apa pun hanya akan terlihat seperti anak kecil yang sedang tersesat di laboratorium komputer.

**

Kembali ke Daftar Isi Ahda


"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi

No comments:

Post a Comment