9 Buku Saya | Tridarma Tasdik | Prodi Sistem Informasi | Skripsi SI
CV dan Lowongan Kerja
Karir dan Beasiswa SI
Program Portofolio Dosen
Rangkuman Prestasiku
Materi Kuliah Sistem Informasi (S1)
Blog dan Pengalaman | Korban AI | Siap Kerja | Kontak | PrivacyPolicy | Inggris Arab | Daftar Isi

Saturday, February 21, 2026

Penakluk Cinta Bab 1: Pesona "Ustadz Someah" - Prof. Ahda Series

 Bab 1: Pesona "Ustadz Someah" dan Benteng Hati yang Kokoh

Secara objektif, saya tidak akan bilang saya ini setampan bintang film. Tapi kalau dibilang lumayan ganteng? Ya, nalar dan cermin saya setuju dengan pendapat orang-orang. Namun, saya tahu bukan hanya wajah yang membuat radar para siswi di sekolah berbunyi tit-tit-tit.

1. Algoritma "Someah" yang Mematikan

Senjata utama saya adalah sifat marahmay (ramah tamah). Saya tidak pernah membeda-bedakan siapa yang saya sapa. Mulai dari siswi yang kutu buku, bintang kelas, sampai model sekolah yang jadi idola murid-murid. Saya sapa semuanya dengan senyum yang sama tulusnya.

  • Efeknya: Mereka merasa dihargai.
  • Resikonya: Mereka sering salah mengartikan keramahan saya sebagai "lampu hijau".

2. Paket Komplet: Pintar dan Sholeh

Sudah mah someah, saya juga masuk jajaran Top 3 juara kelas. Di dunia sekolah, kombinasi "Pintar + Ramah + Ganteng" itu ibarat magnet super kuat. Ditambah lagi, citra saya sudah melekat sebagai "Sang Ustadz Sejati". Di mata remaja putri, ini adalah profil "Calon Menantu Idaman Ibu" yang sangat sempurna.

3. Prinsip "No-Entry" untuk Pacaran

Meski disapa kiri-kanan oleh berbagai kalangan—dari yang paling pintar sampai yang paling modis—saya punya sistem firewall yang tidak bisa ditembus. Di dalam hati, saya sudah memantapkan prinsip: Tidak ada bab pacaran dalam kurikulum hidup saya. Saya adalah ustadz yang "kelu" dalam urusan cinta monyet. Bukan karena tidak punya rasa, tapi karena saya sedang menjaga instalasi hati agar tetap murni untuk masa depan. Maka, jadilah saya sang "Penakluk Cinta" yang tidak pernah mau menaklukan hati siapa pun kecuali lewat jalur yang diridhai.


Poin Ahaha:

"Menjadi ramah kepada semua orang itu adalah kewajiban sosial, tapi memberikan hati hanya kepada satu orang adalah kewajiban iman. Saya mungkin dikenal dan disapa banyak wanita, tapi saya memilih untuk menjadi 'kelu' dalam urusan cinta agar suara hati saya tetap jelas terdengar saat saatnya tiba nanti. Lebih baik dianggap 'dingin' daripada memberikan harapan palsu lewat senyuman yang terlalu hangat."

**

Kembali ke Daftar Isi Ahda


"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi

No comments:

Post a Comment