Dulu, saya pernah rencana buka usaha/bisnis budidaya tutut di halaman rumah kakak. Airnya selalu ada karena di area pesawahan.
Saya lupa nabur 1 kg atau lebih di kolam kecil ukuran sekitar 1x2 m. Ternyata tutut-tutut itu mati. Ada kabar, katanya, itu karena air kolam gak mengalir.
Memang betul, airnya kan datang dari resapan air sawah dan keluarnya juga hanya langsung meresap ke tanah.
Tahun 2026 ini, saya tak sengaja naruh tutut di kolam kecil (terpal) yang berisi ikan komet. Dulu, saya dikasih ikan sepat dan boncenang (impun sawah) dari kakak dan ada tututnya. Saya taruh saja iseng.
Alhamdulillah saat ini tampaknya tututku yang awalnya mungkin kurang 5 ekor, sekarang sudah nambah dengan tutut-tutut kecil nempel di dinding kolam mini.
Budidaya Tutut Sebagai Slow Living
Prioritas saat ini saya budidaya tutut sebagai upaya penerapan konsep slow living dalam rangka menikmati hidup. Di samping itu, menghadirkan ternak tutut di kolam super kecil di samping rumah ini merupakan upaya edukasi kepada putra saya.
Unsur edukasinya, pertama, mengajak anak melihat pertumbuhan tutut. Kedua, sebagai alternatif agar kedua putra saya gak terlalu sering main HP. Yang satu mau menginjak usia 6 tahun. Putra kedua baru lahir di tahun 2026 ini.
Budidaya Tutut Sebagai Usaha/Bisnis
Dalam buku-buku yang saya tulis seringkali menggaungkan bahwa bangsa Indonesia ini bukan kekurangan pendapatan, tapi kekurangan kedaulatan nalar. Yang terekspos terlalu dominan kurang gaji/pendapatan apalagi dibandingkan upah di luar negeri.
Padahal di Indonesia itu, nanam singkong seringkali bisa tumbuh apalagi kalau hanya target panen daunnya. Untuk bertahan hidup di Indonesia relatif sudah sangat mudah.
Nah, bisnis tutut mungkin belum dikenal bisa jadi jutawan. Tapi perlu disadari bahwa untuk bertahan hidup, kita bisa bisnis tutut. Bahkan tanpa budidaya pun, beberapa penjual tutut bisa mencarinya di sawah atau membeli dari yang punya kolam tutut untuk kemudian dijual yang sudah siap saji. Saya sendiri tak jarang membeli tutut mentah maupun matang. Bahkan saya jarang beli tutut karena gak ada yang menjualnya.heheh
Baca juga:
Cara Budidaya Lele Sangkuriang Untuk Slow Living dan Usaha Bisnis
|
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via YouTube: @katabahcom."
|
|
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi |
|
|
No comments:
Post a Comment