Di postingan ini, saya akan terus update pengalaman saya membangun ruang-ruang terbatas di rumah minimalis (kecil) agar kedua putra yang masih usia dini memiliki semangat belajar. Kakaknya, Rois berusia 6 tahun, sedangkan adiknya, Ahda berusia 1 bulan. Ruang belajar yang sudah dibangun memiliki nuansa murah agar hemat biaya, ceria agar anak tidak stres dipaksa belajar, dan alami agar anak ini tumbuh natural mencintai alam serta masyarakat sekitar.
Gambar di atas adalah kolam mini terbuat dari terpal dan hebel. Kolam super kecil ini biasa dipakai main Rois, mulai dari nyair ikan komet, koi, impun sawah, ngambil alga, tutut, ngisi botol bekas dengan air, main kincir-kinciran dari sandal bekas, dll.
Gambar ini menunjukkan Rois sedang menggambar kereta api di sticker whiteboard. Papan tulis ini semakin penuh dengan tulisan Rois. Awalnya, tulisan Rois hanya sedikit, makanya saya saja yang nulis di Whiteboard itu.
Tidak terlalu lama waktunya, entah berapa bulan, Rois kini dengan antusias inisiatif sendiri menulis dan menggambar di whiteboard tersebut. Bagi saya, inisiatif sendiri seperti inilah yang mahal dalam sebuah pembelajaran.
Apakah Saya Ahli Pertanian/Kebun atau Pendidikan?
Secara formal, saya tidak memiliki pendidikan berlatar belakang pertanian atau kebun. Bahkan saya juga bukan lulusan jurusan pendidikan. Saya lulusan program studi Sistem Informasi (komputer) dan ngajar komputer di Prodi Sistem Informasi. Adapun nuansa pendidikan, secara formal saya peroleh dari Akta Keguruan (Akta 4) dan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dosen. Selebihnya, saya peroleh dari keluarga besar saya yang dominan bernuansa pendidikan dan dekat dengan kebun serta kolam ikan di kampung Cisewu tercinta.😊
|
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via YouTube: @katabahcom."
|
|
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi |
|
|


No comments:
Post a Comment