Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Thursday, October 29, 2015

Jumlah Ismiyyah Untuk Pemula Bahasa Arab

Hello Katabah!
Belajar bahasa Arab bisa dimulai dari praktek membuat Jumlah Ismiyyah dengan kata-kata (mufradat) yang mudah, bahkan dengan dua kata saja.

Untuk membentuk sebuah kalimat seringkali membutuhkan Subjek, Predikat dan Objek/Keterangan. Akan tetapi, agar mempermudah kita dalam belajar Jumlah Ismiyyah, maka cukup Subjek dan Predikat saja.


Dalam Jumlah Ismiyyah bahasa Arab, Subjek dikenal dengan istilah Isim (kata benda), sedangkan Predikat dikenal dengan istilah Fi’il (kata kerja). Namun bisa juga Predikatnya berupa kata sifat.

Contoh isim:
Ahmad, Muslim, Guru, Murid, dll.

Contoh fi’il:
Pergi, belajar, membaca, makan, dll.

Contoh kata sifat:
Shaleh, baik, pintar, ramah, dll.

Jadi, untuk membuat contoh Jumlah Ismiyyah bisa seperti ini:
Ahmad pergi
Seorang Muslim membaca
Murid pintar
Guru ramah

Yang penting harus diperhatikan dalam membuat Jumlah Ismiyyah adalah:
1. Isim harus di awal kalimat
2. Kalau isimnya mudzakar (laki-laki), maka fi’ilnya harus mudzakar pula
3. Kalau isimnya mu`annats (perempuan), maka fi’ilnya harus mu`annats pula
4. Kalau isimnya mufrad (tunggal), maka fi’ilnya harus mufrad pula
5. Kalau isimnya mutsanna (tatsniyah atau dua), maka fi’ilnya harus mutsanna pula
6. Kalau isimnya jamak (banyak), maka fi’ilnya harus jamak pula.

Apakah harus selalu belajar isim dan fi’il dulu secara terpisah sebelum membuat Jumlah Ismiyyah?
Tidak selalu harus, sesuaikan dengan selera masing-masing saja! Saya sendiri lebih suka langsung ke Jumlah Ismiyyah karena ada motivasi tersendiri, yakni setiap belajar bahasa Arab, maka saya akan mendapatkan satu kalimat bahasa Arab buatan sendiri yang bisa saja dipraktekkan dalam percakapan.

Kalau belajar isim atau fi’il satu per satu biasanya saya sering lupa. Tapi kalau belajar dalam bentuk kalimat bahasa Arab biasanya lebih mudah ingat karena maksud dari kalimat tersebut jelas.

Misal, kalau mengahapl kosakata seperti ini, saya agak sulit:
Saya
Kamu
Cinta
Sekali
Kepada

Tapi kalau dalam kalimat, maka terasa lebih mudah, seperti:
Saya cinta sekali kepada kamu.

Selamat mencoba!


Artikel Terkait:


"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...

No comments:

Post a Comment