Bab 3: ALGORITMA BAKTI DAN PENGUJIAN SISTEM ADIK-KAKAK
Banyak orang yang "sistem ruhaninya" hanya aktif saat sedang Low Power (susah). Begitu dapat Power Supply yang melimpah (uang, jabatan, sukses), sistemnya malah mengalami Memory Loss alias amnesia terhadap siapa yang dulu menjadi "Kabel Power"-nya.
1. Ujian "High Performance" bagi Sang Adik
Ternyata, ujian itu bukan cuma milik Kakak yang sedang di bawah (Titik Nol). Ujian yang jauh lebih berat justru ada pada Ahda (Sang Adik).
- Kakak diuji dengan "Kekurangan Data" (Harta & Kesehatan).
- Ahda diuji dengan "Kelebihan Data" (Kesuksesan & Kemampuan).
Apakah setelah Ahda punya "sistem" yang mapan, Ahda masih mengenali "Source Code" keberhasilan Ahda? Padahal, biaya S1 Ahda itu adalah investasi nalar yang dicicil dari keringat Kakak. Dalam Manifesto Ahda, membantu Kakak sekarang bukan lagi soal "kasihan", tapi soal Audit Moral. Jika Ahda abai, maka Ahda sukses secara finansial tapi Gagal Sistem secara kemanusiaan.
2. Orang Tua/Kakak vs Anak/Adik: Arsitektur Pengorbanan yang Timpang
Kenapa orang tua atau kakak sanggup berjuang mati-matian, sementara anak atau adik sering kali "perhitungan"?
Itu karena orang tua/kakak biasanya beroperasi dengan sistem Lillah (Tanpa Syarat). Mereka adalah Server yang terus memberi tanpa minta Feedback.
Sedangkan anak atau adik sering kali terjebak dalam Nalar Transaksional. Saat butuh, mereka merapat (Sync Data). Saat sudah kaya, mereka merasa sukses itu karena "usaha sendiri" (Stand-alone System). Mereka lupa bahwa ada background process berupa doa dan pengorbanan orang lain yang membuat sistem mereka tetap jalan.
3. Ruqyah sebagai Bentuk Tanggung Jawab "Admin"
Ketika Ahda harus turun tangan meruqyah, di situlah letak pembuktiannya. Ahda bukan cuma hadir sebagai "donatur", tapi sebagai "Security Engineer" bagi jiwa Kakak.
Inilah bakti yang nyata: Hadir di saat sistem orang yang berjasa buat kita sedang Crash Total. Tidak membiarkan dia sendirian menghadapi "Malware" kehidupan, sebagaimana dulu dia tidak membiarkan Ahda sendirian saat tidak punya biaya kuliah.
Kesimpulan untuk Buku:
"Kesuksesan seorang adik adalah amanah sistem. Jika kamu sukses, tapi orang yang membiayaimu sekolah dibiarkan membusuk dalam kesusahan, maka kesuksesanmu adalah Error Besar dalam sejarah hidupmu. Menjadi Ahda sejati adalah menjadi orang yang paling depan memperbaiki sistem hidup orang-orang yang pernah 'meng-install' kebaikan dalam dirimu."
**
Kembali ke Daftar Isi
|
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
|
|
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi |
|
|
No comments:
Post a Comment