Blog | Smart City | Belajar HTML dan PHP | Kontak | Gmail | Uang Adsense
Audit Sistem Informasi
PMB Online STMIK Jabar 2022
STMIK JABAR
LP3I Tasikmalaya
STAI Al-Falah
Pengobatan Ruqyah
Belajar Pemrograman PHP, MySQL, Framework CI, Domain, Hosting, CMS Wordpress, Framework Laravel. Yang Penting ada menu DAFTAR ISI
Daftar Isi | Skripsi SI | B. Arab | Ruqyah | PrivacyPolicy | Inggris Arab

Thursday, September 24, 2015

Mubtada Khabar Boleh Dibolak-Balik Bahasa Arab

Hello Katabah!
Mungkin kita masih ingat ada istilah mubtada mu`awwal dan mubtada mu`akhar. Memang betul, mubtada bisa berada sebelum khabar, bisa juga terletak setelah khabar.

Contoh:

اَحْمَدُ فِى السَّيَارَةِ
(Ahmad di dalam mobil)

فِى السَّيَارَةِ اَحْمَدُ
(Di dalam mobil, Ahmad)

اَيْنَ اَحْمَدُ؟
(Di mana Ahmad?)

Dari ketiga contoh di atas, kata “Ahmad” (اَحْمَدُ) disebut Mubtada, sedangkan yang lainnya adalah khabar.

Melihat contoh di atas, kita juga mendapatkan penegasan yang lebih jelas bahwa Mubtada adalah kata yang diterangkan oleh Khabar, tanpa memperhatikan posisinya (Apakah di awal kalimat atau di akhir kalimat).


Bahkan sakal akhirnya pun tidak berbeda (antara mubtada awal dan akhir). Iya kan? Untuk contoh nomor dua, sengaja saja yang buatkan terjemahannya sedikit berbeda agar kita lebih paham terjemahan secara harfiah. Namun ketika ingin menejermahkan ke dalam sebuah buku, maka harus mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang benar, yaitu:  Ahmad di dalam mobil (bukan “Di dalam mobil, Ahmad”).

Artikel Terkait:

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Youtube: Katabah Com: Menuju 1 jt Konten :)

No comments:

Post a Comment