FILOSOFI BALA-BALA
Ahdaisme: Perjalanan Spiritual di Balik Meja Profesor
"Dunia mungkin melihat saya sebagai seorang arsitek nalar yang kaku atau profesor yang duduk di balik tumpukan borang akreditasi. Namun, di bawah lampu remang meja kerja, saya hanyalah seorang hamba yang sedang mencari jalan pulang ke Titik Nol."
Setelah mengguncang kemapanan lewat Manifesto dan membangun struktur sunyi dalam The Silent Architect, Prof. Ahda mengajak kita masuk ke ruang yang paling intim: Isi hatinya. Di Jilid 3 ini, nalar sokratik yang tajam bertemu dengan kehangatan rasa dari tanah Sunda.
Buku ini bukan sekadar kumpulan pemikiran, melainkan sebuah navigasi batin. Di sini, Anda akan menemukan:
Paradoks Hidup: Bagaimana kemewahan hotel berbintang kalah syahdu dibanding tidur di atas lantai papan di sebuah desa kecil bernama Cisewu.
Logika Ketuhanan: Mengapa kejujuran spiritual seringkali lebih "ilmiah" daripada tumpukan referensi buku yang kering.
Ahdaisme: Sebuah manifesto kecil tentang keberanian menjadi diri sendiri di tengah kepungan sistem yang menciptakan "zombi-zombi" intelektual.
Diplomasi Senyum: Seni membungkam arogansi tanpa perlu bersuara keras, cukup dengan nalar yang jernih dan renyahnya filosofi bala-bala.
Filosofi Bala-Bala adalah sebuah "Kepulangan". Sebuah pengingat bahwa setinggi apa pun gelar akademik yang disandang, kebahagiaan sejati justru ditemukan saat kita berani melepaskan segala atribut dan kembali menjadi Nol di hadapan Sang Arsitek Agung.
"Jangan cari saya di menara gading. Cari saya di kedai sederhana, di antara kepulan asap kopi dan tawa nalar yang membebaskan. Sebab di sana, Tuhan lebih mudah ditemukan."
...
|
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
|
|
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi |
|
|

No comments:
Post a Comment